Film AMBU Tayang 16 MEI 2019; Kandidat Peraih Piala Citra

Film AMBU Tayang 16 MEI 2019; Kandidat Peraih Piala Citra

xxi Plaza Senayan Lounge, Jakarta, Kabarindo- Film Nasional makin tepat menjadi pilihan media promosi bagi Pemkab atau Pemkot terhadap keunggulan wisata dan daya tarik potensi kearifan lokalnya.

Tidak saja menjadi narasi visual yang tepat dan mengandung unsur legacy bagi generasi mendatang tapi film layar lebar akan menjadi bagian erat peradaban sinematografi yang efektif.

Film Ambu yang disutradarai oleh Farid Dermawan dan sukses raih ratusan decak kagum para jurnalis dan pengamat perfilman ibukota.

Faridpun sesaat setelah media screening akui timnya yang luar biasa, mulai dari Alan Sebastian, Khikmawan Susanto, Yudi Datau sampai skenario mengharubiru dan sanggup membuat laki-laki berderai airmata, Titien Wattimena.

Semua adalah the expert dan peraih Piala Citra sehingga diakui Yan Widjaja selaku senior journalist dan kritikus perfilman paling tidak 3-4 Piala Citra telah menanti film Ambu sementara itu pengamat perfilman dan wartawan senior dari Demi Film Indonesia disingkat DFI berujar, "Film Ambu tidak hanya indah dari sinematografis tapi cerdas dalam bertutur  apalagi memang saya pernah menyambangi suku Baduy yang terkenal konsisten memegang tradisi dan menjaga alam sampai kini," papar Boy Buyung dari Kompas.

Terlihat hadir, Iti Octavia Jayabaya selaku bupati RangkasBitungmengaku sangat exciting dan bangga dengan raihan kerja tim dari sang suami tercinta di karyanya yang perdana.

"Ambu menyiratkan kearifan lokal khas masyarakat Baduy yang harus diketahui oleh Indonesia. Pemkab RangkasBitung menggandeng film ini sebagai marketing toolsnya agar dunia tahu Suku Baduy sangat konsisten memegang adat dan tradisi serta keelokan dan pesona alamnya dapat mereka pertahankan sehingga menghasilkan hasil bumi serta aneka ragam kerajinan masyarakat, sahutnya dengan kulum manis disisi Farid Dermawan sang suami tercinta yang sukses menyutradarainya.

Ambu Misnah yang dilakonkan oleh Widyawati tersirat gestur dendam, benci juga ketidakberdayaan terhadap anak perempuan satu-satunya Ambu Fatma (Laudya Cinthya Bella) tapi juga memendam rasa rindu, harapan serta impian.

Ia sontak kaget anaknya pulang kampung bersama cucunya, Nona (17thn) diperankan Lutesha serta yang menjadi ayahnya Baim Wong.

Laiknya RollerCoaster dan ini yang menjadi key film yang baik, Farid bermain apik dengan grafik yang naik turun sehingga tiba ending scene tak terasa film telah usai dan langsung menghiasi alam bawah sadar para penonton yang terdiri dari bloggers, jurnalis, pengamat perfilman, artis dan crew.

Menarik sosok Hapsah (Endhita) yang mampu mengocok perut penonton sehingga terpingkal-pingkal sehingga air mata yanh membasahi pipi bisa kering lalu basah lagi.

Bahasa Baduy dengan subtitle Indonesia berpadu apik sehingga tiap percakapan membuncah perspektif kita selama ini dengan pengertian yang sama, ibu itu walau kita sakiti dan dihinakan tapi tetaplah menanti dengan kerinduan mendalam walau terasa sesak karena luka yang mendalam tapi tetaplah ada maaf dari beliau.

Film Ambu dapat Anda saksikan di hari ke-10 Ramadhan sehingga tepat bersama ibu tercinta dan keluarga serta jadi acara ngabuburit nonton di show I atau ke-II mulai Kamis mendatang, 16 Mei 2019.


So dont miss it......!