Film A Wrinkle In Time; Petualangan Melewati Dimensi Ruang & Waktu

Film A Wrinkle In Time; Petualangan Melewati Dimensi Ruang & Waktu

Film A Wrinkle In Time; Petualangan Melewati Dimensi Ruang & Waktu

Ajak penonton ikuti perjalanan seorang gadis muda mengarungi semesta untuk mencari ayahnya

Surabaya, Kabarindo- Masyarakat sudah bisa menonton film A Wrinkle in Time dari Disney di bioskop-bioskop Indonesia pada bulan ini.

Film tersebut mengisahkan petualangan epik seorang gadis muda mengarungi semesta melalui ruang dan waktu untuk mencari ayahnya.

A Wrinkle in Time diangkat dari novel karya Madeleine L'Engle dan disutradarai oleh pemenang Emmy, nominator Oscar dan Golden Globe, Ava DuVernay, serta diproduksi oleh Jim Whitaker dan Catherine Hand bersama Doug Merrifield dan Adam Borba sebagai produser eksekutif.

Bermula pada 2014, studio mendekati penulis skenario Jennifer Lee (“Frozen”, ”Wreck-It Ralph”) untuk mengadaptasi novel L'Engle ke layar lebar.

Film tersebut menampilkan para pemeran yang luar biasa, termasuk nominator dua kali Academy Award, Oprah Winfrey sebagai Mrs. Which, pemenang Oscar, Golden Globe dan Emmy, Reese Witherspoon sebagai Mrs. Whatsit serta nominator Emmy, Mindy Kaling sebagai Mrs. Who. Bintang lainnya adalah Meg Murry sebagai Storm Reid, Levi Miller sebagai Calvin, Deric McCabe sebagai Charles Wallace dan nominator Emmy, Chris Pine sebagai Mr. Murry.

Pertama kali diterbitkan pada 1962, A Wrinkle in Time telah memukau pembaca muda dan dewasa. Buku tersebut dianugerahi Medali Newbery pada 1963 sebagai karya paling khas dalam literatur anak-anak pada tahun itu dan popularitasnya terus berkembang. Saat ini buku tersebut tersedia dalam 35 bahasa dan telah terjual jutaan kopi di seluruh dunia.

Whitaker mengatakan, A Wrinkle in Time berkisah tentang perjalanan yang emosional, namun bertentangan dengan pemandangan yang menakjubkan di dalam dunia yang digambarkan dengan dramatis.

“Ini adalah kisah epik dalam tingkatan dan ruang lingkupnya, tapi juga terasa emosional sekaligus menghibur dan lucu. Secara keseluruhan merupakan petualangan yang hebat,” ujarnya.

Lee menambahkan, sebagai seorang anak, buku tersebut berbeda dengan apa yang telah ia baca hingga membuatnya lebih berimajinasi. Buku A Wrinkle in Time adalah perkenalan pertamanya pada karakter seperti Meg, sosok yang dinamis, tidak sempurna namun unik, yang kemudian mengalami petualangan luar biasa hingga dapat tampil sebagai pribadi yang lebih kuat.

A Wrinkle in Time bercerita tentang Meg Murry (Storm Reid) yang berusaha mencari sang ayah yang menghilang secara misterius, dimana hal tersebut membawa kesedihan untuk Meg dan ibunya. Dalam misinya, ia bertemu dengan tiga pengunjung dari dunia lain yang telah melakukan perjalanan ke bumi serta membawa sebuah pesan penting bagi Meg. Ketiganya menyatakan bahwa ayahnya masih hidup namun kegelapan telah menyusup ke alam semesta dan sekarang ayahnya berada dalam bahaya besar.

Kemudian Meg bersama adik laki-lakinya dan temannya Calvin berangkat untuk mencari Mr. Murry bersama dengan Mrs. Which, Mrs. Who dan Mrs. Whatsit sebagai pemandu. Mereka masuk ke dalam dunia di luar imajinasi dan harus menghadapi kekuatan jahat secara langsung. Namun untuk menyelamatkan ayahnya, Meg pertama-tama harus mengatasi kekurangan dan kepercayaan dirinya sendiri serta memanfaatkan kekuatan tersebut untuk mengalahkan kegelapan melalui perjalanan yang harus ia lakukan seorang diri.

“Sebagai seorang wanita, kisah pahlawan wanita melalui perjalanan spektakuler benar-benar mempengaruhi saya. A Wrinkle in Time merupakan perpaduan antara misteri, fantasi, petualangan, sains, asmara, kehidupan sosial dan pengalaman spiritual yang indah. Tidak sering kita melihat seorang gadis menjadi lakon utama di antara dunia dan planet yang berbeda. Hal ini benar-benar keluar dari imajinasi saya yang paling liar,” ujar DuVernay.

Penulis: Natalia Trijaji