Film 6,9 Detik; Kisah SpiderWoman Indonesia

Film 6,9 Detik; Kisah SpiderWoman Indonesia

Atlet Panjat Tebing Indonesia, Aries Susanti Rahayu berjuluk SpiderWoman Berhijab

berperan sebagai dirinya sendiri disutradarai Lola Amaria.

xxi Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Kali ini PH Lola Amaria Production gandeng Federasi Panjat Tebing Indonesia memotret dari sisi sinematik dan humanis laiknya filmnya Lola 2016 berjudul Jingga ataukah Negeri Tanpa Telinga dan LIMA.

Indonesia bangga dengan Lola Cs di produksinya yang ke-10 ini bagi bangsa. Ia menemukan Aries yang kerap disapa Ayu dan lakukan research tentang dara Grobogan yang suka manjat pohon Sukun.

"Aries itu memang tidak mau kalah dan dari kecil suka manjat pohon Sukun dan larinya kencang. Saat remaja juga nakal dan mengalami banyak hal sehingga sampai bisa berprestasi," pungkas Lola sumringah.

Mencengangkan memang dan kagum akan cerita SpiderWoman Indonesia dengan cengkraman tangannya yang kuat serta kelincahan kakinya dalam memijak dengan cepat, membuat Aries Susanti Rahayu sukses mengharumkan nama Indonesia di olahraga panAsian Games 2018.

Lebih Dekat Dengan Atlet Aries;

Julukan yang disematkan kepada dara yang lahir pada 21 Maret 1995 itu memang tak berlebihan bila melihat catatan prestasinya.

Pada Mei lalu, dia merebut medali emas di nomor speed pada Kejuaraan Dunia IFSC di Chongqing, China.

Dalam ajang uji coba jelang Asian Games 2018 tersebut, Aries mampu mengalahkan Elena Timofeeva asal Rusia. Atlet asal Grobogan Jawa Tengah ini menorehkan catatan waktu  7,51 detik.

Sejak SD, Aries memang sudah aktif di bidang atletik dan pada akhirnya pada kelas 2 SMP mulai menekuni panjat tebing. Olahraga yang dikenalkan oleh gurunya tersebut bagi Aries sangat menantang.

"Saya pertama kali mengenal panjat tebing pada 2007 akhir, saya dikenalkan panjat tebing dari guru olahraga di SMP. Karena saya dulu atlet atletik, kemudian beliau melihat saya memiliki basic saya bisa di panjat tebing," ujar Aries di situs Kemenpora dan berbagai sumber.

"Sebelum mengenal panjat tebing, saya pernah melihat di TV bahwa ada kejuaraan tebing. Dan bagi saya itu sangat menantang," sambungnya.

Belum genap setahun, Aries tampil apik di Kejuaraan Nasional pada 2008 dengan meraih podium kedua. torehan tersebut menarik perhatian Pengurus Panjat Tebing Indonesia, dan kemudian memboyongnya ke Pelatnas di Yogyakarta.

Aries pun turun di Kejuaraan Dunia untuk pertama kali pada 2017 dan meraih peringkat keempat. Total sudah lima kali Aries mengikuti Kejuaraan Dunia, dan di Chongqing menjadi prestasi terbaiknya.

Atlet berhijab menyatakan kerja keras dan tak pernah cepat puas, adalah kuncinya selama ini. Dan Aries kini sudah berhasil menaklukkan tingginya dinding yang dipanjatnya, dan dia telah memberikan gelar juara bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018 pada 18 Agustus yang lalu 

Anda perlu tahu bahwa Aries  pernah mencatat rekor 6,69 detik saat latihan, Menurut Lola selain kompromi dengan penulis skenario juga eye catchy saja dan itu doa rekor yang harus ia capai untuk mengalahkan rekor dunia dengan 7,32 detik.

Tak disangka presscreening 6,9 detik dilanjutkan dengan prescon saat sesi QnA usai dan berakhir tiba-tiba panitia menghadirkan ayah bunda sesungguhnya dari Grobogan kampung halaman dan Ayu (Aries) bertanya apa iya sang Ibu yang mantan TKI menonton aktingnya dengan pipi yang memerah.

Film ini raih ratusan pujian media dan patut diacungi jempol sebagai drama kemanusiaan tentang cinta kasih seorang IBU dan bagaimana prestasi dari atlet nasional dari pelatda sampai pelatnas bahwa banyak pihak yang terlibat untuk melahirkan emas.

Siap tayang PEKAN DEPAN, Kamis 26 September mendatang saat sepulang anak sekolah bersama keluarga bisa menonton bersama sebagai kecintaan Anda pada negeri yang memiliki banyak generasi muda berprestasi.

 

Terima Kasih Lola.........!