Enam Tokoh Indonesia; Dianugerahi Trofi Alumni dari Pemerintah Prancis

Enam Tokoh Indonesia; Dianugerahi Trofi Alumni dari Pemerintah Prancis

Enam Tokoh Indonesia; Dianugerahi Trofi Alumni dari Pemerintah Prancis

Irmina Silas, Hasan Fawzi, Safri Burhanuddin, Nugroho Dwi Hananto, Talita Setyadi & Mexind Suko Utomo

Surabaya, Kabarindo- Enam tokoh Indonesia menerima penghargaan Trofi Alumni dari pemerintah Prancis.

Mereka adalah Irmina Silas, alumni Prancis yang dinilai berprestasi dalam karir dan berkontribusi dalam kerja sama Indonesia-Prancis. Juga Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Safri Burhanuddin, Wakil Kepala Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Nugroho Dwi Hananto, peneliti Geosains Kelautan LIPI, Talita Setyadi, pendiri Toko Roti Beau dan peraih penghargaan Kompetisi Pastry Internasional serta Mexind Suko Utomo, Public Affairs Manager Airbus Indonesia.

Penghargaan telah diserahkan kepada keenam tokoh tersebut oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Jean-Charles Berthonnet, di Auditorium Institut Français Indonesia (IFI) pusat Jakarta.

Dubes Prancis mengatakan, malam penganugerahan Trofi Alumni diadakan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh utama kerja sama Indonesia dan Prancis sekaligus mempertemukan alumni Prancis dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Lebih dari 1.000 alumni Indonesia telah terdaftar pada situs resmi alumni prancis.

“Di sini, mereka yang pernah belajar di Prancis baik yang berasal dari Indonesia atau negara lain dapat bertemu kembali dan mendapatkan informasi khususnya mengenai kesempatan berkarir di perusahaan-perusahaan Prancis,” ujarnya.

Salah satu tokoh, Ina Silas, memimpin House of Sampoerna pada 2005-2018. Ia berhasil membawa Museum House of Sampoerna di Surabaya sebagai salah satu dari Top 10 Museums in Indonesia pilihan Travel Advisor pada 2013. Setelah lulus dari kuliah di Jurusan Manajemen Hotel dan Restoran ESICAD Montpellier (1991-1994), Ina berkarya di Indonesia dan menjadi pelopor pendirian berbagai perusahaan komersial dan wisata di Surabaya.

Ia menceritakan, pada 2014, ia beruntung mendapatkan kesempatan dari Kementerian Kebudayaan Prancis untuk mengikuti pelatihan di Paris dan Lyon mengenai pelestarian budaya dan manajemen program budaya. Ina juga mendapat pengakuan dari pemerintah Prancis melalui pemberian lencana Chevalier dans l`Ordre des Arts et Lettres (Knight of Arts and Lettres pada 2015.

Ia mengatakan, dirinya melakoni pekerjaan sebagai passion. Karena itu, ia tidak mengira akan mendapat penghargaan atas apa yang ia kerjakan. Menurut Ina, semua kesempatan dan penghargaan yang diterimanya adalah lecutan semangat untuk terus melakukan kerja sama budaya dua bangsa yang sama-sama memiliki kekayaan dan keberagaman budaya.

“Setelah bekerja di berbagai bidang pada posisi senior manajemen, saya memutuskan untuk mengelola House of Sampoerna dengan angan-angan dapat membawa museum tersebut sukses seperti museum-museum di Prancis seperti yang saya saksikan sendiri,” tuturnya.

Malam anugerah Trofi Alumni dihadiri oleh 200 alumni Prancis dari berbagai daerah di Indonesia dan dimeriahkan oleh penampilan musik Vira Talisa, penyanyi dan penerima Trofi Alumni Prancis 2018, juga peragaan busana rancangan alumni Prancis, Fairuz Yunus dan Farhanan Yunus (Barabas Collection), serta Dhiani Ayudya Maharani (Dhiani Collection).

Penulis: Natalia Trijaji