dr. Ayu Widyaningrum; Sukses Bangun Klinik Kecantikan di Usia Muda

dr. Ayu Widyaningrum; Sukses Bangun Klinik Kecantikan di Usia Muda

dr. Ayu Widyaningrum; Sukses Bangun Klinik Kecantikan di Usia Muda

Owner Widya Esthetic Clinic di Banjarmasin, geluti dunia estetika dan anti-aging

Surabaya, Kabarindo- Masih muda, namun mampu meraih kesuksesan. Hal ini dibuktikan dr. Ayu Widyaningrum, MM, Master of AAAM, 28 tahun, dengan mendirikan klinik kecantikan Widya Esthetic Clinic di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perempuan cantik kelahiran Kotabaru, 12 Agustus 1990 ini, mengaku bercita-cita menjadi dokter sejak usia 6 tahun, karena ingin menolong orang. Setelah lulus dari SDN 1 dan SMPN 1 Katulampa Hilir, Kotabaru, Widya menyelesaikan SMAN 1 Akselerasi Banjarmasin, sehingga lulus lebih cepat. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

dr. Widya menuturkan, keberhasilan tersebut berkat doa dan dukungan keluarganya. Ia lahir dari keluarga sederhana, orang tuanya hanya lulusan SD dan SMP. Namun mereka menekankan pada dirinya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Hal ini melecut semangatnya untuk tumbuh menjadi perempuan yang kuat dan ulet.

“Saya sangat menghormati dan bangga pada orangtua yang mendidik saya menjadi perempuan mandiri dan sukses,” tutur sulung dari dua bersaudara ini.

Setelah menjadi dokter, Widya melanjutkan S2 Manajemen di Banjarmasin dan lulus pada 2013, kemudian melanjutkan pendidikan bidang estetika and anti-aging medicine di Jakarta hingga ke luar negeri. Ia mengaku, awalnya ingin mengambil spesialis kandungan dan kebidanan. Namun karena sudah memiliki tiga putera, ia merasa tidak bisa meninggalkan anak-anaknya dalam waktu 24 jam.

Maka dr. Widya memilih bidang anti-aging, karena menurutnya, tidak ada manusia yang ingin tampak tua. Setiap orang ingin selalu tampak muda meskipun usia mereka bertambah. Ia lalu mengambil pendidikan master bidang aesthetic and anti-aging medicine di Eropa, juga mengikuti pelatihan di Bangkok, Singapura dan Malaysia. Ia mendapatkan beasiswa dari salah satu perusahaan di Korea untuk mengambil pendidikan master di Korea dan Hongkong.

dr. Widya mengatakan tertarik menyelesaikan pendidikan di luar negeri, karena lebih terbuka terhadap berbagai metode yang berkembang di dunia estetika dan antiaging. Ilmu yang diperolehnya bagus untuk dikembangkan di tanah air. Ia juga melanjutkan pendidikan Anti-aging Medicine di Universitas Udayana, Bali. Ia sudah meraih gelar Master of American Academy of Aesthetic Medicine dan Master of Internasional Board of Aesthetic Medicine and Surgery (IBAMS).

dr. Widya mendirikan klinik kecantikan pada November 2015 di Banjarmasin. Awalnya klinik ini hanya menyediakan satu bed dan satu karyawan. Kliniknya terus berkembang dan kini menyediakan 20 bed serta 8 karyawan. Widya Esthetic Clinic mengusung konsep hommy dengan desain interior yang sesuai, agar pasien yang datang merasa nyaman seperti berada di dalam kamar sendiri. Ia tidak ingin klinik yang bernuansa formal dan putih.

Berkecimpung di dunia estetika membuat dr. Widya harus mengembangkan keahlian dan membuat inovasi yang berbeda dengan klinik kecantikan lainnya. Ia menggunakan peralatan canggih dan memberikan treatment-treatment berbasic Korea agar wajah sehat dan glowing. Treatment tersebut antara lain Mesoterapi seperti Meso Glow, Snow Glow dan Bubble Glow. Juga ada treatment yang diminati kaum hawa yaitu laser, botox, filler dan threadlift yang merupakan treatment anti-aging dan pengencangan. Saat ini, ia memperkenalkan Dermapen sebagai treatment rutin agar kulit sehat dan cantik.

dr. Widya mengatakan akan terus mengembangkan kliniknya agar makin maju dan lebih dikenal masyarakat luas. Untuk itu, ia memanfaatkan media sosial Instagram. Menurutnya, media sosial dapat membantu promosi dan mengenalkan treatment-treatment baru.

dr. Widya ingin menyebarkan prinsip anti-aging medicine kepada masyarakat agar tidak lagi memiliki pemikiran bahwa tua adalah proses alami.

“Orang boleh bertambah tua seiring usia, tapi penampilan bisa diubah menjadi lebih baik dan lebih muda dari usia,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji