DFI Rayakan Sinergi Bersama Pemerintah; Awesome...!

DFI Rayakan  Sinergi Bersama Pemerintah; Awesome...!

HFN Marak Dengan Vaksinasi Insan Perfilman Nasional

Hang Jebat Raya, Jakarta, Kabarindo- Dari hampir ratusan insan perfilman dari Faozan Rizal, Jastis Arimba, Erwin Arnada, Farid Ongky, Hartawan, Rudi Aryanto, termasuk para jurnalis sinema bersama dengan para pekerja film dari PH Multivision, sineas kondang dan nyentrik Anggy Umbara yang sumringah bukan kepalang.

Ia yang baru tuntas menkelarin 3 judul berbahasa asing pesanan OTT Netflix via MD Pictures pantas senang bukan kepalang walau isteri tercinta terhalang untuk vaksin SinovaC kemarin siang, (10/03).

Sang dokter yang memeriksa tensi dan melakukan wawancara mendapati isterinya sudah telat 1 bulan alias sedang berbadan hamil sehingga tidak bisa menerima vaksin tersebut.

Sontak WA Grup Demi Film Indonesia bertabur ucapan selamat dan semua yang hadir memberikan selamat dan Anggy memohon doanya agar janinnya bisa kuat dan sehat sampai bulan berikutnya.

Produser humble Hartawan pun mengamini bahwa prinsipnya sebuah sinergi berbagai profesi di dalam satu wadah.Tanpa sadar menjadi sebuah kekuatan yang muncul.

"Mudah-mudahan teman-teman di DFI yang sudah di 3Vaksin bisa menjadi corong di komunitas nya masing-masing bahwa DFI punya sedikit andil utk mereka dan cukup di dengar oleh Negara, salut DFI, " ucapnya sesaat setelah proses vaksin selesai.

"Blessing in disguise," tulis pak Menko PMK Muhadjir yang memang satu grup dengan semua insan perfilman dari Slamet Rahardjo, Niniek L Karim, Garin Nugroho dan lainnya.

Redaksi juga bersua dengan Awi Suryadi dan isteri bersama filmaker lainnya. Memang ada yang beda karena pada gelombang II ini non lansia sangat variatif daerah asalnya seperti Andriansyah pemilik PH dari Bandung, Sekhu jurnalis asal Tegal sampai Om Pao atau Fauzan Rizal yang sudah mukim di Berlin pun ikut serta dan semua raih vaksin berkat fasilitasi Kemkes atas prakarsa Kemenko PMK.

"Saya akui pelayanan nakesnya luar biasa dan nyaris paripurna. Kita semua disambut senyum lalu pencocokan NIK di database setelah itu terima blanko vaksin setelah itu menuju meja cek tensi darah dan wawancara. Ada ruang observasi jadi selama 30menit harus berdiam diri dulu dengan pengawasan dokter di cek saat vaksin sudah masuk dalam tubuh apakah ada penolakan atau apa, sungguh saat memuaskan dengan proses yang sangat cepat, " papar Rudi Aryanto yang sedang syuting sinetron stripping Putri Untuk Pangeran tayang di RCTI yang sudah memasuki episode ke 340an.

Terima Kasih .......!