Cari Ide Liburan Akhir Tahun?; Kunjungi Kota Lama Semarang yang Menawan

Cari Ide Liburan Akhir Tahun?; Kunjungi Kota Lama Semarang yang Menawan

Cari Ide Liburan Akhir Tahun?; Kunjungi Kota Lama Semarang yang Menawan

Nikmati kuliner, galeri seni, spot foto dan menginap di hotel vintage

Surabaya, Kabarindo- Libur panjang Natal & akhir tahun 2019 sudah tiba. Mungkin anda sudah mengunjungi banyak kota tujuan wisata populer seperti Bali, Bandung dan Jogja. Namun ada kota-kota lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Misalnya Semarang, ibu kota Jawa Tengah.

Semarang menjadi destinasi wisata yang menarik, karena masih kental dengan unsur budaya dan sejarah. Kota ini memiliki kawasan yang identik dengan banyak bangunan kuno zaman kolonial bergaya vintage, yang dinamai Kota Lama Semarang.

Berikut berbagai hal yang dapat anda kunjungi sembari menikmati indahnya pesona Kota Lama Semarang

Kuliner

Kota Semarang terkenal akan kulinernya, mulai dari soto yang berbeda di setiap warung di seluruh sudut kota hingga sedapnya Nasi Gandul dan Nasi Ayam yang menjanjikan rasa yang khas di lidah. Salah satu spot kuliner yang paling terkenal di Kota Lama Semarang adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Lokasinya berada tepat di sebelah kawasan Jembatan Mberok. Berumur lebih dari lima dekade, kedai ini merupakan salah satu kedai nasi goreng babat terenak.

Anda juga bisa menikmati Gulai Bustaman Pak Sabar. Berlokasi tepat di belakang Gereja Blenduk, sajian gulai sapi di kedai ini punya keunikan tersendiri. Kuahnya tidak menggunakan santan, namun tetap sedap. Kedai ini berdiri sejak 1970-an. Tidak heran, tempat ini sering menjadi jujugan kuliner wisatawan, karena lokasinya strategis, rasanya unik dan harganya relatif terjangkau, Rp.30 ribuan per porsi.

Galeri seni

Jika mencari tempat indoor yang tak kalah indah dengan eksterior bangunan di Kota Lama, anda bisa mengunjungi beberapa galeri seni di area ini. Salah satu galeri yang terkenal adalah Semarang Contemporary Art Gallery di Jl. Taman Srigunting. Tempat ini merupakan bangunan tua yang telah dipugar beberapa kali. Dalam sejarahnya, bangunan ini pernah diruntuhkan dan dibangun kembali pada 1918 dengan gaya kolonial dan tercatat sebagai kantor pertama perusahaan asuransi bernama De Indische Lloyd 1937. Anda dapat mengunjungi tempat ini hanya dengan membayar tiket masuk Rp.10.000 per orang.

Spot foto

Tidak lengkap rasanya bila anda mengunjungi Kota Lama Semarang tanpa mengabadikan berbagai bentuk arsitektur menawan pada bangunan-bangunan tua di kawasan ini. Banyak spot menarik di setiap sudut Kota Lama Semarang yang bisa diabadikan. Berbeda dengan tempat-tempat instagrammable yang kerap ditemui oleh para pelancong di destinasi-destinasi wisata dengan warna-warna yang mencolok dan desain yang post-modern, spot foto di Kota Lama cenderung kalem dan memberikan feel yang otentik pada hasil foto anda.

Salah satu spot yang terkenal di Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk yang menjadi ikon di Kota Lama. Berdiri dengan nama asli GPIB Immanuel Semarang, gereja ini memiliki kubah khas berbentuk setengah bola. Gereja Blenduk dibangun pada 1753 dan merupakan salah satu gereja Kristen tertua di Indonesia. Periode pembangunan gereja ini memberikan pengaruh neo-gothik ala Eropa yang kuat pada desain arsitekturnya.

Menginap di hotel vintage

Setelah puas mengabadikan momen dan keindahan di Kota Lama, mengapa tidak mencoba membawa pengalaman anda ke tingkat berikutnya dengan menginap di salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama? Di kawasan ini, anda bisa melirik OYO 422 Achterhuis Guesthouse sebagai salah satu properti yang menawarkan konsep bangunan unik dengan pengalaman menginap yang menawarkan kemudahan dalam proses pemesanan, pembayaran, check-in hingga check-out dari aplikasi OYO.

Achterhuis Guesthouse memiliki desain bangunan bergaya neo-klasik, terletak di lokasi strategis, dekat dengan stasiun Tawang, dan hanya berjarak 600 m dari Gereja Blenduk. Memadukan desain klasik dengan fasilitas menginap seperti air hangat, AC, linen yang bersih, TV dan koneksi WiFi gratis, Achterhuis Guesthouse cocok untuk pengalaman menginap yang unik, mudah, terjangkau dan terstandarisasi dengan sentuhan lokal.

Bayu Seto, Region Head Java dari OYO Hotels and Homes Indonesia, mengatakan OYO memiliki lebih dari 30 hotel dan 850 kamar di Kota Semarang. Berdasarkan data internal, musim liburan akhir tahun merupakan salah satu puncak tertinggi pemesanan hotel di OYO.

“Secara nasional pada periode akhir 2018, rata-rata tingkat okupansi hotel kami meningkat hingga 80% dari periode akhir pekan biasanya. Sebagai destinasi wisata utama di Jawa Tengah, kami melihat Semarang tidak kalah populer dengan tetangganya Yogyakarta maupun Solo. Selain menawarkan berbagai wisata kuliner, unsur wisata budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji