Cara Mengajar Kreatif dan Inovatif; Bikin Murid Senang & Pintar

Cara Mengajar Kreatif dan Inovatif; Bikin Murid Senang & Pintar

Cara Mengajar Kreatif dan Inovatif; Bikin Murid Senang dan Pintar

Dipraktikkan Endang Kusniati menggunakan alat bantu sederhana dan ajak siswa aktif dalam pembelajaran

Surabaya, Kabarindo- Di era milenial saat ini, guru dituntut untuk kreatif dan telaten dalam mengajar agar para siswa mudah menyerap materi yang diajarkan.

Guru yang demikian akan berupaya dengan bermacam cara untuk mendorong siswanya aktif sehingga mampu memahami materi yang diberikan dengan mudah dan cepat. Ia tak segan membuat dan menggunakan alat bantu saat mengajar.

Inilah yang diterapkan Endang Kusniati, guru SDN Gelam 2 Sidoarjo, Jawa Timur, dalam mengajar matematika untuk kelas 1 SD. Ia mempraktikkan cara mengajarnya dalam Media Briefing tentang Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar di Jawa Timur di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur di Surabaya pada Kamis (4/10/2018). Kegiatan ini diselenggarakan INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia – Kemitraan Australia Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Silvana Erlina, Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, menjelaskan INOVASI adalah inisiatif bersama dari kemitraan Indonesia-Australia yang bertujuan menemukan cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa dengan fokus pada literasi, numerasi dan inklusi di tingkat SD/MI.

“Pendekatan yang dirancang, untuk menemukan berbagai gagasan atau solusi yang sesuai dengan konteks di suatu daerah dalam rangka mengatasi tantangan pembelajaran di daerah tersebut,” ujarnya.

Menurut Endang, guru harus kreatif dan mandiri dalam mengajar siswanya, termasuk mengajar matematika seperti dirinya. Kita bisa menggunakan alat bantu sederhana dari bahan di sekitar. Tak perlu mahal. Yang penting materi yang disampaikan bisa dipahami siswa dengan cepat dan mudah.

Endang menggunakan alat bantu sederhana dari barang bekas di sekitar dan diberinya nama unik, seperti Alima atau alat hitung manual dan botol-botol bekas air mineral untuk membuat alat peraga Botol Perkalian. Ia juga menggunakan gelas plastik dan kelereng untuk berhitung. Ada pula TTM atau teka teki matematika seperti TTS yang berisi angka-angka yang bisa ditempel dan dilepas untuk menjelaskan tentang penambahan dan pengurangan.

“Siswa kelas 1 SD misalnya, kan belum bisa berpikir abstrak. Maka saya gunakan benda-benda konkrit dalam menerangkan materi yang saya berikan,” ujarnya.

Endang mengatakan, guru bisa mengajar dengan cara pemainan, sehingga anak-anak senang, guru pun senang. “Saya ingin siswa bisa belajar dengan cara menyenangkan, salah satunya dengan cara seperti bermain,” ujarnya.

Menurut Endang, berkat cara pembelajaran demikian, siswa akan mudah mengerjakan soal-soal matematika dan nilai mereka lebih bagus.

Dian Kusuma Dewi, Staf Komunikasi INOVASI Jawa Timur, mengatakan tim riset INOVASI telah menemukan puluhan praktik baik dalam mengajar di Jawa Timur. Pihaknya ingin menggali praktik-praktik demikian untuk disebarluaskan dan ditiru oleh guru-guru lainnya.

“Kami ingin praktik-praktik baik tersebut dapat diterapkan guru-guru lainnya, kalau bisa lebih baik,” ujarnya.

Untuk itu, imbuh Dian, INOVASI mengajak semua pihak bersinergi guna mendorong peningkatan mutu pendidikan siswa di Jawa Timur.

Penulis: Natalia Trijaji