Anak-anak Down Syndrome; Unjuk Kebolehan Di Shangri-La Hotel Surabaya

Anak-anak Down Syndrome; Unjuk Kebolehan Di Shangri-La Hotel Surabaya

Anak-anak Down Syndrome; Unjuk Kebolehan Di Shangri-La Hotel Surabaya

 

Tampilkan pertunjukan seni memperingati Hari Down Syndrome Dunia

 

Surabaya, Kabarindo- Anak-anak penyandang down syndrome unjuk kebolehan di Shangri-La Hotel, Surabaya, dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Dunia yang jatuh pada Rabu, 21 Maret 2018.

 

Acara terssebut digelar bekerja sama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jatim dan YKAI (Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia) dengan mengusung tema What I Bring to My Community.

 

Shangri-La mengundang 202 anak penyandang down syndrome dari beberapa sekolah dan yayasan yang menangani anak penyandang down syndrome dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang dan Malang.

 

Jonathan Reynolds, General Manager of Shangri-La Hotel, Surabaya, mengatakan ini merupakan tahun ke-6 pihaknya bekerja sama dengan BK3S dalam mengadakan kegiatan untuk memperingati Hari Down Syndrome Dunia.

 

“Kami ingin mendorong semua pihak untuk bergabung dalam kegiatan sosial ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu down syndrome, bagaimana menangani anak dengan down syndrome agar mereka bisa berinteraksi dan dapat berperan dalam kehidupan di masyarakat,” ujarnya pada Kamis (22/3/2018).

 

Acara tersebut diisi dengan pertunjukan seni oleh Insan Down Syndrome, konsultasi dan pemeriksaan kesehatan bersama YKAI (Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia) yang dibantu sekitar 60 tenaga medis dari RSUD dr. Soetomo dan Lab Genetik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Anak-anak menjalani pemeriksaan THT, mata, gigi, genetika medic dan tumbuh kembang. Juga ada magic show, bazar dan cake dekor.

 

Anak-anak terlihat gembira dan antusias mengikuti seluruh kegiatan. Mereka tampil penuh semangat dan lincah. Mereka menyanyi dan menari di antaranya menari kuda lumping. Para orang tua dan tamu undangan terharu sekaligus senang melihat keceriaan mereka.

 

Penulis: Natalia Trijaji