Adisurya Abdy Kembali Berkarya; Usung Sejarah Batavia

Adisurya Abdy Kembali Berkarya; Usung Sejarah Batavia

Sara & Fei,  Stadhuis Schandaal Legacy Untuk Perfilman Nasional

Roemah Kuliner XXI Metropole, Cikini, Jakarta, Indonesia, Kabarindo- Anda tentu masih ingat dengan "Roman Picisan", "Hallo Sayang", "Setitik Embun" hingga "Macan Kampus".

Yah, semua itu karya prestisius sineas humble dan santun, AdiSurya Abdy yang kini menjabat Kepala Sinematek Indonesia dan ikut membidani lahirnya Usmar Ismail Award dimana keseluruhan dewan jurinya adalah wartawan.

Ia kini raih dukungan Omar Jusma, Alex dan mantan Dubes Tionghoa, Sugeng.

Bersama Irfan Wijaya, bung ASA begitu ia kerap disapa oleh para jurnalis film yang memujanya ikut menulis skenario.

Ia dibantu oleh DOP Omar Jusma & Sam Letty bersama Ucok Siadari dengan scoring music Areng Widodo.

Deretan aktris muda yakni Amanda Rigby sebagai Fei sementara anak IKJ dan juga violin Tara Adia sebagai Sara Spexch.

Pemain lainnya Mikey Lie sebagai Peter Cortenhoof bersama pemain senior George Taka sebagai Jan Pieterzoon Coen, Haniv Hawakin sebagai Chiko, Volland Volt sebagai Danny, WongTio Duarte sebagai papa Fei, Anwar Fuady sebagai Abimanyu,Reweina Umboh sebagai Eva MentJulian, Kunto sebagai komandan polisi cyber crime, Septian Dwi Cahyo sebagai perwira Belanda, Ricky Cuaca sebagai teman Fei dan lainnya.

Siap tayang 26 Juli 2018, media screening dan Gala.Premiere yang dihadiri oleh Mendikbud RI, H.Muhadjir didampingi Dir Kesenian dan Maman Wijaya selaku Kapusbang Perfilman.

Tampak hadir juga Triawan Munaf selaku  Kepala Bekraf bersama koleganya di Demi Film Indonesia-DFI para produser, DOP, filmaker dan aktor.

Tak ketinggalan Sahabat Kepala Sekolah di DKI bersama puluhan Guru Sejarah ikut hadir dan mereka semua puas sebagai penonton pertama

"Senang sekali ada produser yang mau membiayai dan ditangan mas Adi, pelajaran sejarah jadi mudah di cerna tidak hanya dalam ruang kelas tapi belajar sejarah melalui film di bioskop ternyata sangat efektif," Ucap Rosida Kepsek SDN di bilangan Kemayoran Jakpus yang menyukai sejarah Batavia tempo dulu.

Redaksi jadi tahu JeanPieterZoon Coen adalah Gubernur Jenderal Batavia yang pernah dilawan oleh laskar Mataram pimpinan Sultan AgunG yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Sejarah berbalut asmara dengan potret kekinian, "Saya mencoba menyentuh sisi humanis dari tiap tokoh agar mampu memengaruhi emosi penonton akan cinta sejati tetap akan abadi sampai harus dipertegas oleh generasi selanjutnya.

Film yang juga mecapture keindahan kota Shanghai dan perkebunan Sawit Pangkalan Bun Kalimantan.

Anda pasti terkesima.

"Film bisa andil jadi legacy untuk era mendatang sehingga genre yang berbeda dengan mendekatkan lagi konteks kesejarahan Batavia dengan VOC semoga bisa menyadarkan generasi mendatang akan kekayaan alam dalam hal ini rempah dari nusantara sehingga harus dijajah 350tahun lamanya untuk selalu dijadikan pembelajaran kekinian," papar bung Asa sambil menatap optimis filmnya kali ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia, semoga.

Sinopsis
Fei, mahasiswi, yang sedang bertugas di kota tua Batavia, didatangi seorang  gadis Belanda-Jepang bernama Sara, yang pernah hidup pada awal abad ke 17, persisnya tahun 1628 saat Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen menjabat. 

Suatu hari setelah kembali dari Shanghai, Fei meneruskan tugasnya. 

Di gedung Fatahilah Sara kembali muncul dan tanpa sadar Fei dibawa melalui lorong waktu kembali ke abad 17. Sara menceritakan siapa, apa,dan kenapa. 

Sara membutuhkan media masa kini untuk menyampaikan bahwa hubungannya dengan Peter Cortenhoof adalah cinta murni, bukan perselingkuhan yang menyebabkan Peter dihukum gantung hingga mati dan Sara dibuang serta dikawinkan dengan orang lain. Fei semakin dekat dengan Danny, seorang pengusaha partner ayahnya, setelah pacarnya Chiko semakin hari semakin tidak terkendali dan ternyata anggota sindikat Abimanyu yang bergerak dalam kegiatan Cyber Crime. 

Pihak berwajib dapat menggulung sindikat Abimanyu. Danny yang menemani Fei dalam perkara Chiko, kembali ke Shanghai, di mana dia tinggal sejak usia tujuh tahun. Fei menunda tugasnya dan menerbitkan sebuah novel yang menceritakan tentang Sara dan Peter, sebagaimana yang diinginkan oleh Sara. 

Anda pasti makin terkesima, bukan? Dont miss it....next week 26 Juli 2018......Mari belajar sejarah melalui film.di bioskop kesayangan Anda......cu