Yuk Waspada Hepatitis B; Dapat Dicegah Dengan Vaksin

Yuk Waspada Hepatitis B; Dapat Dicegah Dengan Vaksin

Surabaya, Kabarindo- Hepatitis B merupakan jenis penyakit yang tidak menunjukkan gejala berarti.

Tak heran bila banyak penderitanya sama sekali tidak menyadari kalau diri mereka mengidap Hepatitis B, bahkan sudah dalam kondisi kronis.

Dr. Heru Wijono, SpPD. dari RS Husada Utama (RSHU) Surabaya, memaparkan pada Jumat (16/8) tentang Hepatitis B, penularan dan pencegahannya.

Ia mengatakan Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang liver serta dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis. Hepatitis B juga menjadi salah satu resiko utama pada tenaga medis. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain yang mengandung virus.

Ini merupakan cara penularan yang sama dengan  HIV. Namun tingkat penularan Hepatitis B mencapai 50 - 100 kali lebih besar dibandingkan HIV. Berbeda dengan HIV yang akan mati bila berada di luar tubuh manusia, virus Hepatitis B bisa bertahan sampai 7 hari.

Diperkirakan dua milyar penduduk dunia terinfeksi virus ini dan sekitar 600.000 orang meninggal tiap tahun akibat Hepatitis B. Jumlah penderita Hepatitis B di Indonesia dan negara – negara di Asia relatif besar dibandingkan dengan di negara lain.

Di negara berkembang penularan sering terjadi melalui perinatal (dari ibu ke bayi saat persalinan), infeksi sejak masa kecil (infeksi tanpa gejala, akibat kontak dengan penderita), cara injeksi yang tidak sehat (termasuk narkoba), transfusi darah dan hubungan seksual yang tidak aman.

Kebanyakan penderita tidak menyadari adanya virus Hepatitis B di dalam tubuh mereka karena sering tidak timbul gejala. Tetapi pada sebagian penderita didapatkan gejala seperti kulit dan mata menguning, kencing kuning pekat, lemah badan, mual, muntah dan nyeri perut.

Penyakit ini memiliki masa tunas sampai 90 hari. Sebanyak 90% penderita yang terinfeksi virus Hepatitis B akan mengalami kesembuhan dalam waktu 6 bulan, sedangkan 25% sisanya akan kronis.

Namun virus ini tidak menular melalui makanan atau minuman dan dapat dicegah melalui vaksin yang aman dan efektif. Vaksin virus Hepatitis B ditemukan pada 1982 dan 95% efektif  untuk mencegah infeksi serta komplikasi kronisnya.

Menurut dr. Heru, sejak 1982 vaksin tersebut sudah digunakan sebanyak satu milyar dengan tingkat keamanan dan efektivitas amat baik. Sejak Juli 2011, 179 negara sudah memasukkan vaksinasi hepatitis B dalam program vaksinasi massal dan didapatkan penurunan infeksi pada anak dari 8% - 15% menjadi dibawah 1%.

Vaksin virus Hepatitis B direkomendasikan oleh WHO untuk semua bayi yang baru lahir. Pada dewasa dapat diberikan selama 3 kali yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan kemudian dan terakhir pada bulan keenam.

Pemberian vaksin pada bayi dan anak - anak diharapkan dapat memberikan tingkat perlindungan sebesar 95%  dengan jangka waktu sd 20 tahun, bahkan dilaporkan hingga seumur hidup.

Mereka yang sebaiknya divaksinasi adalah:

-    Pasangan atau anggota keluarga penderita
-    Pelaku seksual beresiko tinggi
-    Pemakai narkoba (injeksi)
-    Penderita yang sering memerlukan transfusi darah
-    Penerima transplantasi organ
-    Tenaga kerja medis
-    Pelancong ke daerah dengan hepatitis B tinggi