Yuk Simak Tentang Disfungsi Ereksi; Bisa Diobati

Yuk Simak Tentang Disfungsi Ereksi; Bisa Diobati

Surabaya, Kabarindo- Banyak pria yang menderita disfungsi ereksi (DE). Namun mereka tak tahu pasti penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. Umumnya mereka enggan atau malu datang ke dokter karena ini menyangkut harga diri. Padahal DE bisa diobati.

Masalah DE ini dibahas dalam Seminar Awam Disfungsi Ereksi Bisa Diobati yang diadakan Rumah Sakit (RS) Bedah Surabaya pada Sabtu (23/8/2014). Seminar ini menghadirkan pembicara Prof.Dr.dr.Sunaryo Hardjowijoto SpB, SpU dan dr.Anies Shahab SpU.

Dr.Anies merujuk hasil penelitian di Massachussets, AS, yang menunjukkan 40% pria usia 50 tahun ke atas menderita DE dalam derajat ringan sampai berat. Namun hanya 15% dari mereka yang berobat ke dokter. Sementara di Surabaya diperkirakan jumlah penderita DE mencapai 120 ribu pria berusia di atas 60 tahun.

“Data penderita DE di Indonesia belum ada, tapi pasti jauh lebih banyak,” ujarnya.

Sayangnya, menurut dr.Anies, penderita DE baru berobat ke dokter setelah mengalami DE lebih dari 2 tahun. Padahal jika berobat lebih dini akan lebih cepat ditangani.

Prof.Sunaryo mengatakan, DE dan ejakulasi dini merupakan dua keluhan yang paling sering dialami pria yang menderita gangguan fungsi seksual. Ia menjelaskan, DE adalah tidak mampu ereksi atau bisa ereksi tetapi tidak mampu bertahan sampai menghasilkan hubungan seks yang memuaskan dan keadaan ini berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

DE berkaitan dengan penyakit lain diantaranya diabetes mellitus. Walau kadar gula terkontrol dengan baik, dalam waktu 10 tahun akan mengalami DE. Bila tidak terkontrol, dalam waktu 5 tahun akan menderita DE.

Prof. Sunaryo mengatakan, DE didiagnosa bedasarkan keluhan pasien dan atau pasangannya. Bila perlu dapat ditunjang dengan pemeriksaan lain. Sebelurm DE ditangani, perlu dinilai apakah yang bersangkutan layak untuk melakukan aktivitas seksual, kemudian diberikan beberapa pilihan cara rnenangani DE.

DE dapat diatasi dengan beberapa cara atau lini.

Lini I: Obat-obatan oral yaitu Sildenafil, Tadalafil dan Vardenafil. Atau dengan obat dan alat seperti vakum dan ring penjepit.

Lini Il: lnjeksi Intra Kavernosa dengan obat vaso aktif.

Lini Ill: dengan alat ESWT atau LSWT (Linear Sound Wave Treatment) untuk memperbaiki dan merangsang timbulnya pembuluh darah baru di dalam penis.

Lini IV: dengan jalan operasi yaitu memasang penis prothese di dalam penis. Penis prothese ada dua macam yaitu fatable ( dapat di tekuk / diarahkan) dan inflatable, dapat mengembang dan mengempis.

Prof.Sunaryo mengatakan, LSWT merupakan terobosan baru dalam penanganan DE. Pengobatan dan penggunaan LSWT bergantung pada kondisi DE. Alat ini digunakan untuk pasien DE tipe pembuluh darah. Sekitar 90% pasien DE, menurut prof.Sunaryo, disebabkan oleh tipe ini.

Ia mengatakan, LSWT aman digunakan dan tidak menimbulkan nyeri. Prof. Sunaryo menyebutkan, sudah 24 pasien yang menggunakan alat ini sejak Juni dan mengalami kemajuan. Namun RS Bedah akan terus melakukan evaluasi.