XL Uji Coba Kesiapan Layanan 4G; Di APEC Bali

XL Uji Coba Kesiapan Layanan 4G; Di APEC Bali

Surabaya, Kabarindo- Momentum APEC menjadi kesempatan PT XL Axiata Tbk untuk menguji bagaimana layanan jaringan masa depan 4G LTE (long term evolution).
 
Untuk itu, XL telah melakukan uji coba di Nusa Dua, Bali, guna menunjukkan kepada publik layanan pita lebar paling mutakhir.
 
Publik bisa melihat keunggulan layanan 4G antara lain berupa video call dengan gambar dan suara yang jernih tanpa terputus, kemampuan mengunduh dan mengunggah yang cepat, game online, speed button dan hologram.
 
Kemampuan ini akan bisa dinikmati oleh para delegasi peserta KTT APEC dan konferensi-konferensi terkait. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, XL menyediakan kartu perdana khusus 4G LTE yang akan dibagikan secara terbatas kepada delegasi peserta.
 
Direktur Service Management XL, Ongki Kurniawan, mengatakan 4G LTE memberikan banyak manfaat bukan hanya bagi dunia industri telekomunikasi, namun juga untuk mendukung perekonomian masyarakat dan pembangunan nasional.
 
“Hadirnya teknologi jaringan yang makin canggih bisa disamakan dengan jalan tol antar kota di suatu wilayah yang sebelumnya kesulitan sarana transportasi. Lalu lintas angkutan barang dan penumpang menjadi muda, yang akhirnya mampu mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (25/9).
 
Ongki menambahkan, sambil menunggu regulasi pemerintah mengenai implementasi 4G LTE di Indonesia, XLakan terus menyiapkan diri.
 
Dari sisi teknis, XL terus memodernisasi infrastruktur jaringan di seluruh wilayah operasi. Modernisasi ini berlangsung sejak 3 tahun terakhir dan telah mencakup lebih dari 90% dari total seluruh BTS. Modernisasi diperkirakan akan tuntas pada 2013 ini. Dari sisi spektrum, XL akan menggunakan frekuensi di 2.100 Mhz dan 1.800 Mhz sesuai dengan perijinan uji coba layanan yang sudah diberikan oleh Kemenkominfo.
 
Persiapan lainnya adalah mendorong terbentuknya ekosistem pendukung bagi keberadaan 4G LTE di Indonesia suatu saat nanti. Ekosistem ini antara lain meliputi sektor regulasi, industri pendukung seperti handset yang mendukung kemampuan teknologi 4G dengan harga terjangkau pasar, serta industri kreatif yang akan memasok konten – konten inovatif.
 
Ekosistem ini juga akan berperan menumbuhkan kebutuhan pasar atas layanan 4G. Dengan kemampuannya melayani pengiriman data dalam kapasitas besar dan kecepatan maksimal, banyak inovasi yang bisa dilahirkan pada masa mendatang. Kebutuhan - kebutuhan tersebut mungkin saat ini belum terpenuhi karena belum ada teknologi yang mampu mendukungnya.
 
“Banyak kebutuhan yang belum terpenuhi oleh teknologi saat ini akan bisa dihadirkan dengan 4G LTE. Misalnya kebutuhan bagi wartawan, bagaimana agar dengan ponsel pintar bisa merekam informasi, mengolahnya menjadi materi berita termasuk dalam format foto/video, mengedit, hingga mengirimkannya dengan kecepatan maksimal ke kantor untuk diterbitkan,” ujar Ongki.