XL Siapkan Layanan Mobile Broadband; Ke Berbagai Sekolah

XL Siapkan Layanan Mobile Broadband; Ke Berbagai Sekolah

Surabaya, Kabarindo- PT XL Axiata Tbk. memberikan fasilitas mobile broadband (MBB) dan laptop kepada SMK Adhikawacana di kawasan Keputih, Surabaya, pada Rabu (2/11/2016).

Pemberian fasilitas dilakukan dengan penandatanganan kesepakatan dan penyerahan simbolis MBB perangkat laptop dan modem yang dilakukan oleh Desy Sari Dewi, Vice President XL East Region, dan Kepala Sekolah SMK Adhikawacana, Moedji Rahadjeng.

SMK Adhikawacana merupakan salah satu sekolah penerima program 1.000 Sekolah Broadband di seluruh Indonesia hingga akhir 2017. Melalui program ini, XL menyiapkan layanan MBB dan program Melek Internet untuk masyarakat melalui sekolah-sekolah setingkat SLTA di berbagai daerah di Indonesia.

Desy Sari Dewi mengatakan, mobile broadband dan program Melek Internet memberikan solusi agar masyarakat bisa memperolah akses ke internet cepat dan memanfaatkan layanan digital untuk meningkatkan produktivitas & kualitas hidup mereka. Untuk memastikan program penyediaan fasilitas akses internet cepat ini bisa maksimal dan efektif, XL menyertainya dengan program pendampingan dan pelatihan Melek Internet.

Edukasi melalui anak sekolah dinilai tepat karena mereka akan menjadi pihak yang paling terpengaruh oleh terpaan teknologi digital, sekaligus memiliki adaptasi dengan teknologi yang lebih baik. Pengetahuan positif mereka mengenai manfaat internet cepat diharapkan bisa menjadi bekal sekaligus bisa dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Ada 50 sekolah di 25 kota yang mendapatkan penyediaan fasilitas internet cepat ini. Agar pemanfaatan MBB lebih mudah untuk dipraktekkan, XL memberikan laptop kepada setiap sekolah penerima. Total disiapkan 105 unit laptop, setiap sekolah mendapatkan 3 unit.

Menurut Desy, pemilihan sekolah berdasarkan penilaian yang dilakukan tim XL di setiap daerah yang merupakan wilayah di 5 kantor regional XL. Karena layanan MBB hanya bisa diakses di jaringan 4G, maka sekolah-sekolah penerima untuk sementara hanya berada di kota-kota yang sudah terjangkau layanan 4G LTE. Yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Serang, Banjarmasin, Makassar, Manado, Gowa, Pekanbaru, Palembang, Batam Belitung, Medan, Indramayu, Subang, Bantul, Pekalongan, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Bali, Lombok, Madura, Malang dan Sidoarjo.

XL juga menyelenggarakan serangkaian program edukasi bagi sekolah-sekolah di kota non-4G. Ada 22 sekolah di 22 kota yang akan menerima pelatihan yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Pontianak, Lampung, Bengkulu, Bandung, Medan, Palembang, Aceh, Padang, Makassar, Manado, Kendari, Ambon, Bali, Surabaya, Malang, Banjarmasin, Semarang, Batam dan Yogyakarta. Para pendamping dan pengajar training adalah para mahasiswa peserta program XL Future Leaders yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Pelatihan akan berlangung dalam 6 sesi yang akan diselesaikan dalam rentang waktu maksimal 3 bulan.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Adhikawacana, Tanggon Suhardiman, mengatakan gembira menerima fasilitas tersebut, karena dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut dan membantu para siswanya untuk mengakses informasi lebih luas. Sekolah ini memiliki 5 jurusan yaitu akuntansi, perkantoran, pemasaran, perbankan dan perbankan syariah.

Ia memaparkan, SMK Adhikawacana mengemban misi membantu pendidikan di masyarakat. Sekolah ini berdiri pada 2000 dan menerima siswa tanpa seleksi. Jumlah siswanya mencapai 1.142 siswa yang sebagian besar dari keluarga kurang mampu, namun mereka memiliki kemauan besar untuk maju.

“Sekitar 40% siswa membantu orang tua mereka dengan bekerja pada malam hari. Banyak yang masih mengantuk ketika masuk sekolah dan banyak yang tidak sarapan, padahal sarapan penting untuk bisa belajar dengan baik,” ujarnya.

Tanggon berharap, makin banyak pihak yang peduli pada pendidikan anak-anak kurang mampu, karena mereka adalah generasi penerus bangsa.