Wonderful Indonesia; Sambut Tahun 2015

Wonderful Indonesia; Sambut Tahun 2015

Jakarta, Kabarindo- Indonesia membutuhkan adanya country branding layaknya praktek bisnis yang dilakukan perusahaan dalam memasarkan produknya.

Hal ini tentunya agar bisa menarik wisatawan asing datang ke negeri ini.

"Country branding memang dibutuhkan, apalagi untuk negeri seperti Indonesia," jelas praktisi pemasaran Erik Meijer di Jakarta, Selasa (30/12)

Menurutnya, langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya mempertahankan country branding "Wonderful Indonesia" adalah sebuah keputusan yang jitu, karena tidak membuang brand value yang sudah ada.

"Ini bukti Pak AY (panggilan Arief Yahya) true marketeer. Soalnya sering orang mengubah dengan men-create branding baru. Padahal itu membuang brand value yang sudah ada," katanya.

Ditambahkan Erik, taktik lain yang patut diapresiasi adalah country branding Wonderful Indonesia kini ada versi bahasa Indonesia, yaitu Pesona Indonesia, yang bisa digunakan untuk promosi pariwisata dalam negeri.

“Pak AY pakai cara baru di mana country brand akan lebih sering terlihat bahkan menjadi endorser brand dari masing-masing local brand yang ada. Ini akan meningkatkan brand value dengan sangat cepat. Pak AY juga mendukung pihak ketiga menggunakan branding Wonderful Indonesia sehingga akan ada multiplier effect nanti,” kata Erik.

Diingatkannya, dalam payung pariwisata country branding menjadi penting untuk menjual destinasi. Indonesia mempunyai aset jauh lebih banyak dan jauh lebih menarik daripada negara-negara tetangga yang masih mendapatkan lebih banyak wisatawan.

“Selama ini kita belum berhasil menjualnya. Namun sudah mulai kelihatan peningkatannya,” katanya.

Hal itu pun terbukti sejak Garuda Indonesia mulai membuka destinasi yang lebih terkoneksi dengan Explore, maka banyak tempat baru menjadi lebih mudah diakses. Contoh yang menarik adalah Labuan Bajo, dimana setiap hari 3 penerbangan bisa penuh dengan banyak wisatawan asing, padahal baru diluncurkan December tahun lalu.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50/2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025, disebutkan Tujuan Pembangunan Kepariwisataan Nasional yaitu mengkomunikasikan destinasi pariwisata Indonesia dengan menggunakan media pemasaran secara efektif, efisien dan bertanggung jawab.

Terkait dengan branding, Kementrian Pariwisata dibawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini melakukan re-launching program “Wonderful Indonesia” sebagai country branding dan “Pesona Indonesia” menjadi slogan destinasi wisata dalam negeri.

Aksi ini bertujuan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di dalam negeri dan di dunia internasional dimana country brand itu merepresentasikan daya tarik keindahan alam, keanekaragaman budaya dan keramahtamahan masyarakat Indonesia maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya.

Ditegaskan pula oleh Arif Yahya, bahwa untuk membuat dan meluncurkan sebuah branding diperlukan biaya yang tidak sedikit. Jadi tidak mungkin, atau bahkan tak masuk akal jika sebuah negara kerap mengonta-ganti branding.

"Untuk meluncurkan satu branding membutuhkan biaya miliaran rupiah. Itu baru diluncurkan, belum sampai tahap dikenal orang. Jadi tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk promo Indonesia ke luar negeri. Lagipula sudah saatnya Indonesia memiliki branding pariwisata sendiri, yang mudah diingat dan menjual. Wonderful Indonesia ini sudah tepat," ujar Arief dalam jumpa pers laporan akhir tahun Kementerian Pariwisata di Jakarta belum lama ini seperti dilansir dari laman antaranews.