Warga Binaan Perempuan Pondok Bambu; Sambut Hari Batik Nasional

Warga Binaan Perempuan Pondok Bambu; Sambut Hari Batik Nasional

Pondok Bambu, Jakarta, Kabarindo- Untuk menanamkan rasa percaya diri bagi setiap individu, bukanlah hal yang mudah untuk dapat diaplikasikan kepada setiap orang. 

Berbagai upaya, cara atau jalan yang banyak dilakukan oleh seseorang dan pihak-pihak untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri tersebut. Melalui usaha dan upaya dengan memberikan edukasi, motivasi serta pembinaan dan jalan keluar yang dapat bermanfaat bagi setiap kalangan masyarakat, seorang empowerment, socialprenur dan sekaligus pengusaha, Lusia Efriani, yang dengan inisiasinya melakukan program pemberdayaan terhadap para warga binaan perempuan, yang digelar di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian saya terhadap salah satu masalah sosial yang ada di Indonesia, dan saya jalani sejak beberapa tahun lalu dalam menekuni usaha dan karya kerja mandiri saya pada bidang pemberdayaan dan pembuatan replika boneka barbie," tuturnya saat memberikan pernyataannya kepada awak media pada acara pembinaan para napi perempuan yang dimulai pukul 10.00 WIB.

Dalam rangka menyambut hari Batik Nasional 2015, melalui programnya '1 Friend, 1 Doll', Lusia Efriani melakukan kegiatan sosial dengan pembinaan karya kerja mandiri di LP.Perempuan Pondok Bambu. "Kurang lebih penghuni di LP ini sebanyak 1.000 napi, namun dengan keterbatasan dana, saya bersyukur dengan program Batik Girl yang saya buat, kita mendapatkan dukungan dari salah satu Bank pemerintah yakni Bank Mandiri, untuk membina dan mengkaryakan program Batik Girl kepada 400 warga binaan. Dan saya melakukannya dengan cara bertahap pada setiap bulannya, dengan setiap bulan sebanyak 100 orang warga binaan, dimulai dari bulan September kemarin, jelas Lusi.

Kenapa saya namakan program baru ini dengan Batik Girl ? Alasan saya jelas bahwa selain sebagai salah satu simbol Budaya kita, Batik juga telah diakui oleh dunia internasional sebagai warisan dan budaya bangsa Indonesia, dan ini patut kita jaga dan kita karyakan serta lestarikan, lugasnya.

Batik Girl sendiri adalah karya anak bangsa yang berbentuk replika boneka Barbie yang didesain dengan pakaian/busana Batik.

Pembinaan diawali dengan dialog dan ceramah yang memotivasi para warga binaan. Dialog tersebut disampaikan oleh Hamidah B, seorang Psykolog  terkenal dari Singapura yang sengaja kita undang untuk memberikan semangat kepada warga binaan yang hadir untuk mengikuti pencerahan dan kegiatan karya kerja yang sangat bermanfaat ini, kata Lusi.

Di hadapan kurang lebih 100 warga binaan, Hamidah memotivasi warga binaan dengan cara pendekatan dari hati ke hati dan memberikan dorongan untuk senantiasa belajar dari kejadian yang dialami.

"Kita harus belajar dari kesalahan kita, dan kesalahan itu jangan diulangi lagi, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kedepannya," ujar Hamidah.

Kegiatan program ini bukanlah semata mata untuk mendapatkan profit, namun lebih bertujuan untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada ditengah-tengah kita dan melakukan program-program kemanusiaan. Dan inilah suatu upaya dari Lusia Efriani sebagai socialpreneur dan selaku CEO sebuah Yayasan, berasal Batam yang sangat konsen dalam bidang pemberdayaan serta memberikan motivasi yang berguna bagi warga binaan.

Konsep pemberdayaan yang diterapkan olehnya sangat membantu kalangan masyarakat yang memiliki masalah sosial dan hal ini diwujudkan oleh Lusia Efriani dengan telah dibentuknya sebuah Yayasan yang bernama Cinderella From Indonesia, dimana ada 4 program pemberdayaan, diantaranya pembinaan napi wanita, pembinaan program anak-anak jalanan serta pembinaan single parent yang tidak mampu.

Di penghujung penyampaiannya kepada awak media Lusi mengatakan bahwa seluruh hasil penjualan boneka yang dibuat sejak tahun 2013 itu akan didedikasikan untuk kegiatan amal.

"Saya ingin mengajak mereka untuk berbekal diri, sehingga saat sudah selesai masa hukumannya mereka memiliki keahlian. Saya mengajak mereka untuk membuat busana batik untuk boneka ini," kata Lusi dalam menyikapi Hari Batik Nasional.

Semoga warga binaan/para narapidana perempuan mendapatkan manfaat dari kegiatan program ini, sehingga diharapkan mereka dapat menciptakan karya-karya dan ide-ide lain yang berguna baik bagi dirinya dan masyarakat luas, tutup Lusi.


Bravo Batik Nasional....