Wamendag RI; Resmikan Pasar Beriman Di Tomohon

Wamendag RI; Resmikan Pasar Beriman Di Tomohon

Tomohon, Sulut, Kabarindo- Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi menyatakan hasil evaluasi revitalisasi pasar rakyat menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

Dari 32 pasar yang telah direvitalisasi, diperoleh gambaran telah terjadi peningkatan omzet hingga 70%.

"Hasil evaluasi kinerja 32 pasar percontohan yang direvitalisasi diketahui adanya kenaikan omzet yang cukup signifikan, yaitu rata-rata 70% per tahun. Kenaikan omzet transaksi tersebut menunjukkan bahwa program revitalisasi sangat bermanfaat meningkatkan pendapatan para pedagang di pasar rakyat yang mayoritas adalah pedagang mikro, kecil, dan menengah," tegas Wamendag, pada peresmian Pasar Beriman di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, hari ini (4/9).

Pasar ini dibangun dari Dana Alokasi Khusus dan Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 5 miliar. Pasar Beriman merupakan pasar percontohan pertama di Sulawesi Utara yang
diresmikan dan direvitalisasi atas kerja sama antara Kemendag dan Kota Tomohon.

Berdirinya Pasar Percontohan Beriman, Pasar Bersehati, dan Pusat Distribusi Regional (PDR) diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara dengan harga yang relatif lebih terjangkau. "Saya berharap stabilitas harga barang kebutuhan pokok masyarakat dapat terjaga serta perputaran ekonomi masyarakat Kota Tomohon dapat lebih berkembang,” jelas Wamendag.

Wamendag menegaskan bahwa Kemendag berkomitmen mempertahankan eksistensi dan daya saing peran pasar rakyat melalui program revitalisasi. “Kami akan terus konsisten melaksanakan
revitalisasi pasar rakyat guna mengubah citranya dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi pasar yang bersih, tertib, nyaman, sejuk, serta lebih berdaya saing, selaras dengan tumbuh kembangnya toko modern. Ayo kembali beralih ke pasar rakyat,” seru Wamendag.

Program revitalisasi pasar ini juga ditujukan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah. “Pertumbuhan ekonomi di daerah akan memperkuat sektor perdagangan dan meningkatkan daya saing pasar domestik. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan
dan kompetisi global yang semakin ketat,” ujar Wamendag.

Lebih lanjut, Wamendag menggarisbawahi bahwa Kemendag akan terus memantau perkembangan program revitalisasi pasar, termasuk Pasar Beriman. Selain itu, diperlukan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, pusat dan daerah, serta para pengelola pasar, pedagang, dan
konsumen.

“Mohon semua pihak bisa memelihara pasar ini sehingga sehingga kegiatan usaha para pedagang dapat terus berkembang guna meningkatkan kesejahteran masyarakat di Kota Tomohon,” tegas
Wamendag.

Pasar ini direncanakan menjadi salah satu sarana dalam mendukung kelancaran distribusi barang, khususnya bahan kebutuhan pokok masyarakat Kota Tomohon.

Selanjutnya, Wamendag melanjutkan kunjungannya di Sulawesi Utara dengan mengisi kuliah umum di Universitas Sam Ratulangi dalam rangka menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Tema yang diketengahkan Wamendag yaitu “Persiapan Indonesia Timur Menghadapi Masyarakat Ekonomi Global”.

National Single Window
Selain itu, di Sulawesi Utara Wamendag juga berkesempatan meninjau dan menyaksikan secara langsung simulasi pelaksanaan National Single Window (NSW) di Kota Bitung. Melalui sistem ini, proses ekspor dan impor barang cukup melalui satu pintu pemrosesan sehingga dapat mendukung kelancaran proses perizinan barang, terutama kinerja penanganan lalu lintas barang ekspor impor.

NSW diharapkan dapat meningkatkan kecepatan pelayanan, mengurangi biaya-biaya yang dibutuhkan, meningkatkan efektivitas pengawasan, validitas, dan akurasi data.

“Saya berharap fasilitas layanan publik ekspor impor yang terintegrasi secara elektronik dan dapat diakses melalui jaringan internet dapat mengurangi biaya-biaya yang tidak terduga. Selain itu, pengawasan terhadap validitas data dapat menjadi akurat," tegas Wamendag.

Sementara itu pada kesempatan yang sama di Sulawesi Utara, Kemendag juga melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Permendag Nomor 83 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu. Salah satu pokok revisi yang tercantum dalam Permendag 36/2014 ialah penambahan Pelabuhan Laut Bitung di Sulawesi Utara sebagai pelabuhan impor produk tertentu untuk produk makanan dan minuman,
pakaian jadi, dan elektronika.