Wamendag; Hadiri SIAL Canada 2014

Wamendag; Hadiri SIAL Canada 2014

Jakarta, Kabarindo- Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi menghadiri pembukaan pameran makanan dan minuman (mamin) Salon International de L'amentation (SIAL) Canada 2014 yang berlangsung pada 2-4 April 2014, di Montreal, Kanada.

Pada kunjungan kerja tersebut, Wamendag juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dengan Trade Facilitation Office (TFO) Canada, serta berdialog dengan para pelaku usaha dan importir. "Partisipasi Indonesia dalam pameran SIAL ini adalah bentuk fasilitasi Kemendag bagi para pengusaha Indonesia dalam rangka membuka pasar, memberi pengalaman, serta menaikkan profil industri mamin Indonesia di pasar Internasional.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran mamin dikarenakan Indonesia ingin menjadi mitra dunia dalam hal penyediaan makanan,” kata Wamendag saat menghadiri pembukaan pameran SIAL Canada 2014. SlAL Canada merupakan salah satu pameran mamin terbesar di kawasan Amerika Utara dengan jumlah buyers rata-rata 14.000 orang yang berasal dari 61 negara. Keberadaan produk mamin Indonesia (penyedap dan bumbu instan, aneka makanan camilan kering) di Kanada dapat ditemui di pedagang eceran khusus, toko, atau pusat perbelanjaan makanan Asia. Mamin asal Indonesia umumnya tidak dikenal mereknya. Namun, bahan makanan asal Indonesia seperti kerupuk dan bawang goreng mengalami peningkatan permintaan dari restoran Thailand, Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam. Konsumen mamin dan kuliner Indonesia di Kanada adalah masyarakat Kanada yang pernah tinggal, berkunjung, bertugas, dan atau bekerja di Indonesia; masyarakat Kanada asal Indonesia baik asli maupun komunitas keturunan Belanda kelahiran Indonesia yang sudah menjadi warga atau penduduk Kanada; serta masyarakat dan atau penduduk Kanada yang sudah mengenal dan konsumen masakan Asia Timur (Korea, Jepang), Thailand, Vietnam.

“Peluang meningkatkan ekspor Indonesia melalui pembukaan restoran Indonesia di Kanada sangat terbuka dan dapat memberikan keuntungan dan manfaat strategis untuk investasi, promosi diplomasi budaya Indonesia, dan pariwisata Indonesia”, ujar Wamendag. Keunggulan cita rasa kuliner Indonesia dalam kesan masyarakat Kanada yang sudah mengenal Indonesia adalah kekhasan mild, tidak terlalu asam seperti halnya masakan Thailand dan Korea, tidak terlalu spicy seperti masakan India dan Asia Tengah, serta keunikan tropis lainnya.

Setelah menghadiri pameran SIAL Canada 2014, Wamendag bersama Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne Hardianti Moehario; Konjen RI di Toronto, Julang Pujianto; serta Konjen RI di Vancouver, Bambang Hiendrasto menyaksikan Penandatanganan MoU antara Dirjen PEN Nus Nuzulia Ishak dengan Direktur Eksekutif TFO of Canada, Brian Mitchell. MoU yang ditandatangani meliputi seluruh aspek yang diperlukan dalam rangka upaya peningkatan ekspor yaitu pengembangan
sumber daya manusia, pengembangan produk, serta pengembangan informasi dan pasar.

Wamendag mengatakan, “Dengan ditandatanganinya MoU, Usaha Kecil Menegah (UKM) Indonesia dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai pasar Kanada dan kesempatan melakukan promosi di Kanada, serta berinteraksi dengan buyers Kanada yang diorganisir kedatangannya ke Indonesia oleh TFO”.

Wamendag berharap agar implementasi MoU dapat segera dilaksanakan sehingga para pengusaha Indonesia dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari kerja sama ini.

“Ini bukan hanya tentang penandatanganan MoU, melainkan tindakan yang dilakukan setelahnya," ujar Wamendag.

Dalam misi dagang di Kanada, Wamendag juga melakukan dialog dengan para pelaku usaha, salah satunya dengan pelaku usaha di bidang kayu. Menurut Wamendag, “Sistem Verifikasi Legalitas
Kayu (SVLK) merupakan wujud optimisme Pemerintah dan dunia usaha Indonesia dalam meningkatkan kinerja ekspor Indonesia dan merupakan langkah nyata Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan pemberantasan penebangan liar dan perdagangan ilegal untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. SVLK merupakan sistem yang legal, terpercaya, dan mudah ditelusuri,” pungkasnya.