Up Hot Dark Chocolate; Cokelat Asli Untuk Kesehatan Otak

Up Hot Dark Chocolate; Cokelat Asli Untuk Kesehatan Otak

Surabaya, Kabarindo- Otak merupakan pusat keseluruhan tubuh yang mempengaruhi fungsi organ-organ tubuh maupun kesehatan mental.
 
Seandainya jantung atau paru-paru berhenti bekerja selama beberapa menit, manusia masih bisa bertahan hidup. Namun jika otak berhenti bekerja selama satu detik saja, maka tubuh manusia akan mati. Karena itu, otak disebut sebagai organ yang paling penting dari seluruh organ di tubuh manusia.
 
Head of Product Marketing Dept. PT CNI, Chendra Tirto, merujuk hasil survei PBB tahun ini menyebutkan bahwa kemampuan berpikir di banyak negara, khususnya negara berkembang, mengalami penurunan. Hal ini akibat kurangnya pemberian nutrisi otak pada masa perkembangan anak dan saat dewasa. Padahal, meskipun berat otak hanya 2% dari berat seluruh tubuh, memerlukan 20% darah dari seluruh darah di tubuh serta 50% dari seluruh kebutuhan energi tubuh.
 
“Karena itu, konsumsilah makanan yang mengandung vitamin dan bergizi agar kebutuhan energi tubuh dan otak terpenuhi,” kata Chendra pada Sabtu (9/4/2016).
 
Semakin sering otak dipakai semakin banyak membutuhkan energi. Yang dimaksud energi di sini adalah zat gula (glukosa) dan oksigen. Di dalam otak terdapat neurotransmitter (penghubung antar sel otak) yang membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen yang cukup agar otak dapat bekerja optimal.
 
“Makanan pokok otak ada dua, yaitu oksigen dan nutrisi dari makanan. Nutrisi untuk otak didapat dari karbohidrat, protein dan lemak sebagai bahan pembentuk sel otak yang sehat sekaligus sumber energi. Nutrisi tersebut bisa didapat dari buah–buahan terutama berries, sayuran, kacang-kacangan seperti kenari, almond, chia sedes dan kakao atau cokelat,” ujar Chendra.
 
Dark Chocolate dapat ditemukan dalam Up Hot Dark Chocolate, minuman cokelat instan yang dibuat dari perpaduan bubuk cokelat, ekstrak ginseng, gula, susu skim dan krimer nabati. Jenis cokelat yang digunakan adalah dark chocolate Red Africans Cocoa Powder yang mengandung 70% kakao dan sisanya lemak cokelat.
 
“Dark chocolate jenis Red Africans memiliki aroma harum, warna cokelat yang pekat dan rasa yang yummy. Susu skim di dalamnya rendah lemak dan rendah kalori,” ujar Chendra.
 
Semakin tinggi massa kakao semakin tinggi pula jumlah flavonol yang dikandungnya. Berdasarkan Encyclopedia of Healing Foods (Murray, Michael. Atria Books, 2005), cokelat yang baik dikonsumsi adalah dark chocolate yang mengandung massa kakao minimal 70%.
 
Chendra menyebutkan beberapa fakta dark chocolate yang membantu memaksimalkan kerja otak. Dark Chocolate membuat bahagia karena menstimulasi zat endorphins di dalam otak yang merangsang timbulnya perasaan bahagia. Hormon endorphins dapat mengurangi rasa sakit dan efek negatif dari stres. Dark chocolate juga mengandung magnesium yang berfungsi menstimulasi otak agar dapat lebih rileks.
 
“Dark Chocolate mempunyai manfaat meningkatkan mood sehingga jika mengonsumsinya akan memiliki good mood dan lebih bersemangat,” ujarnya.
 
Selain itu dark choholate dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Flavonoid dalam cokelat terbukti dapat meningkatkan aliran darah menuju otak. Harvard medical school study menyimpulkan, mengonsumsi dua cup minuman hangat cokelat dapat meningkatkan aliran darah ke otak 2-3 jam sehingga kemampuan bekerja dan memori otak meningkat hingga 30%. Lancarnya peredaran darah ke otak membantu mengatasi kepikunan dini dan mencegah penurunan mental pada usia lanjut.
 
Dark chocolate juga dapat menjaga otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Otak menghabiskan 20% oksigen di dalam darah sehingga rentan dengan efek negatif dari radikal bebas. Antioksidan dari cokelat (flavonoid) menjaga sel-sel otak dengan cara menetralisir efek radikal bebas dan mencegah penuaan sel otak.
 
Chendra menjelaskan, dark chocolate dapat meningkatkan kemampuan belajar, menghafal dan konsentrasi. Flavonoid dari coklat masuk dan terakumulasi di bagian area otak (hippocampus) yang mempengaruhi kemampuan belajar dan mengingat. Cokelat juga mengandung kafein yang dapat meningkatkan kemampuan mengingat dan konsentrasi.
 
Mengonsumsi dark chocolate dapat meminimalkan kepikunan. Antioksidan dalam cokelat dapat mengurangi risiko dementia (pikun) pada usia lanjut. Flavonol dalam cokelat terbukti membantu perbaikan fungsi otak penderita gangguan kognitif ringan. Mengonsumsi cokelat yang kaya akan flavonoid dapat mengurangi efek kerusakan otak karena usia.