Universitas BJ Habibie; Jadi Pengganti UNG

Universitas BJ Habibie; Jadi Pengganti UNG

Gorontalo, Kabarindo- Mantan Presiden RI BJ Habibie merestui penggunaan namanya sebagai pengganti nama Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Persetujuan tersebut disampaikan BJ Habibie kepada Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rektor UNG Syamsu Qomar Badu, Ketua Dewan Adat Karim Pateda, dan wali kota/bupati se-Gorontalo yang menemui Presiden ketiga RI itu di kediamannya di Jakarta, Minggu (6/4).

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengemukakan di Gorontalo, Selasa (8/4), kedatangannya bersama rombongan membawa surat pernyataan resmi secara tertulis untuk meminta persetujuan BJ Habibie menjadi nama baru UNG.

Surat tersebut ditandatangani rektor, para kepala daerah, tokoh masyarakat dan tokoh adat Gorontalo.

Peggunaan nama Habibie sebagai nama UNG dinilai pantas mengingat jasa dan dedikasinya. Selain itu, kiprahnya sebagai ilmuwan dan teknokrat yang mendunia dinilai layak untuk diabadikan sebagai nama kampus.

"Peggantian nama ini sudah lama diwacanakan bahkan jauh sebelum saya jadi gubernur. Usulan ini bukan karena saya gubernur dan beliau paman saya, tetapi atas pertimbangan jasa dan dedikasi beliau. Itu kita buktikan dengan surat resmi yang ditandatangani tokoh-tokoh masyarakat," jelas Rusli.

Sebagai kampus tertua yang berawal dari FKIP itu, penggunaan nama UNG dinilai tidak memiliki daya tarik khusus seperti universitas ternama di pulau Jawa.

Penggunaan nama mantan Menristek RI era Presiden Soeharto itu diharapkan dapat memotivasi pihak kampus semakin berkualitas baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Lahirnya nama Universitas BJ Habibie bisa membuat posisi perguruan tinggi kami sama dengan ITB, ITS, dan Airlangga. Kami harapkan ada fakultas unggulan yang lahir di Gorontalo sehingga masyarakat Indonesia bahkan luar negeri bisa kuliah di Gorontalo," imbuhnya.

Sementara itu BJ Habibie mengucapkan terima kasih atas perhatian warga Gorontalo yang mengabadikan namanya sebagai nama kampus.

Permintaan nama ini, menurut Habibie, bukan hal baru.

Sulawesi Selatan dan Parepare sudah pernah meminta restu untuk menjadikan namanya sebagai nama universitas. Permintaan tersebut ditolaknya dan memilih merestui Gorontalo untuk penggunaan namanya.

"Wajar jikalau mereka mengusulkan UNG menggunakan nama Baharuddin Jusuf Habibie. Saya atas nama Habibie dan keluarga besar di Gorontalo mengucapkan terima kasih dan merasa terhormat dengan pemberian nama ini," tambahnya seperti dikutip Rusli Habibie.

Ia mengharapkan kualitas pendidikan dan kualitas pembudayaan di Gorontalo bersinergi positif, hingga melahirkan generasi unggul di berbagai bidang.

Menurut BJ Habibie, butuh kerja keras semua pihak untuk menyukseskan cita-cita tersebut.

Sebagai kampung halamannya, BJ Habibie berharap Gorontalo bisa menjadi barometer pengembangan sumber daya manusia di Indonesia Timur.

Ia juga siap menggandeng sejumlah universitas ternama di luar negeri untuk menjalin kerja sama dengan UNG.

Awal Maret 2014 saat berkunjung ke Gorontalo, BJ Habibie menghibahkan 50 hektare tanahnya ke UNG untuk kepentingan pengembangan kampus merah maron tersebut.

Sementara itu Rekor UNG Syamsu Qomar Badu mengaku senang karena telah mendapat restu dari BJ Habibie.

Langkah berikutnya pihak kampus akan melakukan rapat senat untuk selanjutnya diproses ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Nama BJ Habibie itu kan nama besar. Bukan hanya nasional tapi juga internasional. Kami merasa dengan nama ini bisa menjadi semangat dan motivasi untuk meningkatkan kualitas kami," tambah Syamsu seperti dilansir dari laman beritasatu.