Universitas Al-Alzhar Indonesia; Gelar Seminar

Universitas Al-Alzhar Indonesia; Gelar Seminar

Kebayoran Baru, Jakarta, Kabarindo- Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini semakin dibutuhkan bagi dunia pendidikan saat ini baik yang ada di Indonesia maupun di dunia.

Dengan seiring pertumbuhan dunia pendidikan yang majemuk dan berbagai aspek disiplin ilmu yang akan diterapkan untuk khalayak umum, hari ini Universitas Al-Alzhar Indonesia menggelar seminar untuk membahas seberapa pentingnya pendirian Fakultas Kedokteran yang Islami bisa menjadi salah satu disiplin ilmu bagi dunia pendidikan, khususnya jenjang perguruan tinggi yang ada Indonesia.

Tantangan pada bidang kesehatan khususnya bidang kedokteran dan masalah kesehatan pada jaman ini semakin berat dan rumit,  sehingga institusi pendidikan kedokteran perlu bekerja sama menghadapi tantangan tersebut.

Hal ini menjadi paparan tahap awal untuk bagaimana cara mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran yang Islami, tentunya guna mencetak calon-calon dokter yang memiliki kompetensi dan karakter yang baik dalam melakukan pelayanan kesehatan dan medis di masyarakat.

Seminar ini dibuka oleh Prof. Dr.Ir. Sardy Sar, M.Eng,Sc , Rektor UAI.

Beliau menyampaikan bahwa ilmu pendidikan kedokteran saat ini sangat diharapkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan. Saat ini jumlah Universitas yang telah mendirikan Fakultas Kedokteran termasuk relatif sedikit, ini merupakan peluang yang sangat baik bagi dunia pendidikan. Peran Islam dalam dunia pendidikan dapat dijadikan oase disaat pertumbuhan dunia kedokteran modern yang makin tumbuh dan berkembang, ujarnya di Ruang Serbaguna, Lantai 2 Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta.

Pembahasan pada seminar ini tentunya juga diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan di era globalisasi saat ini dan dapat menambah ilmu pengetahuan baik secara umum maupun yang Islami, tuturnya lanjut.

Kedokteran Islam sendiri didefinisikan sebagai ilmu pengobatan yang model dasar, konsep, nilai, dan prosedur-prosedurnya sesuai dan tidak berlawanan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Untuk itu, ilmu kedokteran Islam itu Universal, mencakup semua aspek, fleksibel, dan mengizinkan pertumbuhan serta perkembangan berbagai metode pengobatan penyakit.

Mantan Menteri Kesehatan Kabinet Reformasi Pembangunan, Prof. Dr.dr. H. Faried Anfasa Moeloek, Sp.OG , sebagai keynote speaker mengatakan bahwa dalam pendirian fakultas kedokteran yang Islami harus bersifat universal sehingga bisa dipelajari oleh siapa saja dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua orang.

"Selain itu, juga harus berkaitan pada ajaran-ajaran dan etika Islam dan juga harus riil sehingga dapat diaplikasikan dengan baik, ujar Faried Anfasa Moeloek yang mana sekarang beliau menjabat sebagai Komisaris Independen Kalbe Indonesia.

Pada kesempatannya Dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Rumah Sakit, sebagai salah satu narasumber, memaparkan tentang perlunya prasarana dan sarana yang memadai dalam pendirian fakultas kedokteran yang Islami. "Diperlukan ruang studi dan laboratorium yang menunjang kegiatan pendidikan di fakultas kedokteran, disamping itu dibutuhkan pula materi-materi dan bidang-bidang yang sesuai kurikulum kedokteran tersebut," ujarnya.

Diharapkan dalam seminar ini dapat menambah ilmu pengetahuan para peserta melainkan juga dapat menambah nilai ke-islaman yang menjadi poin penting dalam pendirian Fakultas Kedokteran yang Islami di era modern ini.

Dalam berbincangan dengan rekan media Kabarindo.com, Dr.Ir.Ahmad H.Lubis, M.sc, Wakil Rektor UAI mengatakan bahwa pendirian fakultas kedokteran yang Islami ini adalah tujuan kita (UAI) untuk mencetak dokter-dokter yang berkualitas, berkompeten dan berkarakter untuk dapat melayani masyarakat yang sesuai kaidah islami, sebagaimana halnya Islam yang rahmatan, tuturnya.

Peserta seminar yang hadir hari ini kurang lebih 38 peserta, dan hadir Dr.dr. MK. Tadjudin, Sp.And, Rektor Universitas Indonesia Periode 1994-1998 dan Dekan Pertama FKIK UIN Jakarta sebagai narasumber.