Ubang Tetap Percaya Diri; Menuju Pentas Dunia

Ubang Tetap Percaya Diri; Menuju Pentas Dunia

Jakarta, Kabarindo– Truk pembawa mobil reli Subhan Aksa hampir terperosok ke dalam jurang. Tak bisa maju atau mundur. Berkat ditopang  sebuah tiang telepon saja maka truk itu tak terguling ke dalam jurang di bawahnya.

Itu terjadi pada Senin (11/11) saat pereli Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) itu hendak melaksanakan testing mobil menjelang Rally Inggris. Akibatnya, tim pun harus mendatangkan  petugas khusus dari Kota Manchester yang memang professional untuk memindahkan barang-barang berat. 

Akibat selanjutnya, durasi testing Ubang pun terpangkas karena evakuasi mobil selesai menjelang sesi testing berakhir. Jarak tempuh yang seharusnya 65 km, hanya bisa dilakoni sekitar 35 km.

“Secara teknis sih tak ada pengaruhnya. Hanya saja persiapan di dalam kokpit yang kurang maksimal padahal besok sudah masuk sesi recce (survey),” kata kontestan regular kelas WRC2 itu.

Dalam kesempatan yang terbatas itu Ubang dan Navigator Nicola Arena (Italia) memfokuskan testing pada performa mobil dan penerangan malam hari. Itu sangat penting karena SS di malam hari pada hari pertama Kamis (14/11) akan diwarnai kabut tebal yang hanya menyisakan jarak pandang sekitar 8 meter. Karena itu lampu mobil pun dipersiapkan khusus dengan  sorotan ke berbagai arah depan.

“Itu pun belum cukup. Cahaya lampu yang  menyinari kabut ternyata kurang bisa menembus tebalnya kabut tersebut.  Itu tantangan tersendiri. Banyak  cara mengatasinya, salah satunya adalah menambahkan pelapis warna kuning pada lampu. Itu lebih bisa menembus kabut dibandingkan sinar putih dari LED,” ujar Ubang seperti rilis yang diterima redaksi.

Ia pun masih sempat melakukan testing dengan bermanuver di beberapa lintasan. Memang di awal-awal beberapa kali terjadi momen di mana bodi bagian belakang sedikit ke luar jalur yang mengakibatkan koreksi stir semakin banyak dan tentunya membuang waktu. Tetapi, kecepatan dan waktu bukan menjadi prioritas utama bagi Ubang  di sesi ini. Yang lebih penting adalah jam terbang dan pengambilan sudut sudut setiap tikungannya yang harus tetap diasah sehingga masuk dan keluarnya berlangsung mulus dan selalu di atas garis balap (racing line).

Ia sendiri semakin percaya diri di atas Ford R5-nya. Untuk menghadapi lomba Rally Inggris yang menjadi ronde terakhir serial FIA 2013 World Rally Championship itu pun Ubang sangat percaya diri. Sukses finish 4 Besar di Rally Spanyol lalu membuatnya agak rileks menghadapi reli dunia yang dulu terkenal dengan nama RAC Rally itu. Sehari sebelumnya, misalnya, ia bahkan menyempatkan diri mampir ke Manchester untuk menonton langsung laga Liga Primer antara Manchester United vs Arsenal. Maklum, ia adalah penggila berat The Young Gunners.  Sayang, di depan Ubang, Arsenal justru ditekuk MU 1-0.

Ubang sendiri sebenarnya cukup mengenal Rally Inggris. Ia bahkan menjadi peserta musim 2007 saat kuliah di negara itu.

“Tapi, sebagian besar rutenya sudah berubah. Waktu itu pun hujan sangat lebat sehingga sangat menyulitkan karena lintasannya gravel,” ujar Ubang yang kini kembali ke Inggris Raya dengan bekal nol dalam arti pengetahuannya soal reli tersebut sudah harus diperbaharui.

Ia mungkin akan lebih mengandalkan  pacenote bikinan navigatornya yang sudah berpengalaman panjang.

Ironisnya, Arena sendiri mengaku  selalu buruk di Inggris. Ia tiga kali ikut reli ini (1998, 2004, dan 2009) dan tiga-tiganya berakhir DNF alias tidak menyentuh finish.

“Lucunya, semuanya berakhir di lokasi SS (Special Stage) yang sama. Syukurlah tahun ini SS tersebut tak dipakai lagi dan bersama Subhan saya yakin hasilnya akan lebih baik dari tiga penampilan itu,” komentar Arena.

Ubang sendiri  menatap Wales Rally Great Britain 2013 dengan optimistis meraih poin. “Saya semakin paham dengan karakter mobil dan hasil di Spanyol menjadi penyemangat ke seri penutup ini. Semoga hasilnya juga baik, dan yang bisa kami janjikan adalah berjuang semaksimal mungkin,” tandasnya.

Rally Inggris merupakan seri penutup kompetisi WRC 2013 sekaligus juga akhir dari 6 putaran WRC2 yang  diikuti Subhan.