Ubang Tampil Tanpa Beban; Perjuangan Poin Hingga Hari Terakhir

Ubang Tampil Tanpa Beban; Perjuangan Poin Hingga Hari Terakhir

Jakarta, Kabarindo- Hingga hari ketiga Rally Inggris, Sabtu (16/7) pagi waktu lokal atau sore WIB, seri penutup kejuaraan dunia reli 2013 ini sudah merampungkan 11 Special Stages (SS) dari total 22 SS. Sampai saat tersebut posisi pereli Indonesia Subhan Aksa belum terangkat dari urutan 12.

Sejak hari kedua Jumat (15/11) pacuan punggawa Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) memang acap terkendala teknis. Penggantian gardan usai finish hari pertama memang membawa peningkatan signifikan. Tapi, dalam perjalanan berikutnya, masalah lain muncul. Mobil menabrak batu di SS6 dan merusak sistem suspensi  dan steering arm. Menuju lokasi Remote Service yang serba terbatas, Ubang pun mengendalikan mobil dalam kondisi roda depan kanan mendongak keluar dan berjalan terseok-seok.  Hebatnya, perbaikan besar itu tertangani tak lebih dari 15 menit dan melakukan spooring ala mekanik tradisional Indonesia, yaitu dengan cara menarik benang di antara roda depan dan belakang. Pasalnya, fasilitas teknis di Remote Service sangat terbatas dibandingkan dengan Service Park di mana truk-truk tim teknisi diparkir.

“Tapi, pada dasarnya kondisi mobil memang sudah tak segar sejak awal. Kami sama sekali tak bisa mengembangkan kecepatan untuk mengejar ketertinggalan sejak hari pertama,” ujar Ubang yang mengakhiri SS9 sebagai  SS penutup hari kedua dengan kondisi memprihatinkan. Saat kondisi fisik tengah drop akibat kelelahan, ia pun harus kembali ke markas tim dengan kondisi mobil pincang, hanya bisa menggunakan tarikan roda depan.

Memulai start SS10 pada Sabtu (16/7) pagi, kondisi Ubang dan navigator Nicola Arena sudah segar. Tapi, pacuan mereka sama sekali belum segar juga. Pada SS sepanjang 14,58 km di wilayah Gartheniog itu, R5 pacuannya belum mampu bangkit dan finish urutan 11. Begitu di SS11, laju mobil tak bisa lagi dikembangkan. Akibatnya, posisi ke-11 hingga SS10 pun melorot setingkat ke urutan 12 kelas WRC2.

“Masih ada lima SS yang harus ditempuh  hari ini. Yang pasti, kami tak putus asa karena bagaimana pun banyak pelajaran berharga di sini. Kondisi mobil akan kita maksimalkan hingga batas akhir dan tampil tanpa beban,” komentar Ubang seusai SS11.

Saat berita ini diturunkan, SS12 di wilayah sama tengah berlangsung. Namun, seperti yang dikatakan Ubang sebelumnya, perjuangan di sisa laga Sabtu dan 6 SS terakhir pada Minggu (17/11) tetap akan dilakoni dengan serius dan perjuangan maksimal.

“Sudah terlalu jauh untuk mengejar lawan. Perjuangan realistis adalah mengejar posisi masuk 10 Besar untuk mendapatkan poin. Itu yag membuat kami tetap termotivasi di tengah berbagai hambatan yang ada,” tandas Ubang.