Ubang; Siap Hadapi 3 Macam Karakter Lintasan

Ubang; Siap Hadapi 3 Macam Karakter Lintasan

Jakarta, Kabarindo- Mendarat di  Spanyol pada Senin (21/10) tak ada waktu Subhan Aksa berleha-leha. 

Bersama navigator Nicola Arena (Italia) dan kru Bosowa Fastron Rally Team (FBRT), agenda recce (survey lintasan) sudah harus dilakoni sepanjang Selasa, Rabu dan Kamis ini untuk menyongsong RACC Rally de Espana yang start pada Jumat (25/10) malam mendatang.

Pereli Indonesia yang akrab dipanggil Ubang ini memang perlu persiapan matang ke putaran ke-12 FIA World Rally Championship (WRC) itu yang jadi putaran kelima Ubang pada kompetisi WRC-2.

Meski tahun lalu mengikuti event sama, langkah persiapannya harus berbeda. Pasalnya, selain berganti navigator, beberapa rute mengalami perubahan dan waktu lomba. Hari pertama, misalnya, seluruh special stage (SS) berlangsung malam hari.

“Sebagian besar masih di lokasi tahun lalu. Rasanya sih tak terlalu bermasalah,” ujar Ubang yang tahun lalu finish podium ketiga di kelas PWRC.

Lomba malam hari bukanlah hal pertama buat Ubang. Semua persiapan teknis pun sudah memadai, termasuk lampu-lampu khusus yang  menyorot ke tiga arah – depan, depan kiri dan depan kanan. “Tapi, pendekatannya yang harus berbeda. Driving style-nya juga harus berbeda karena kita akan reli dengan kondisi ga bakal ada yang kelihatan. Inilah yang ingin kami perdalam dalam sesi recce,” tandasnya.

Tantangan lain adalah karakter lintasan Rally Spanyol yang memang paling unik di antara 13 ronde kejuaraan dunia musim ini. Ada trek aspal mulus dan lebar karena sehari-harinya memang jalanan umum, berliku naik turun seperti jalur Puncak di Jawa Barat, ada pula gravel, dan ada juga SS yang gabungan aspal dan gravel. Perbedaan karakter ini jadi tantangan tersendiri untuk setingan mobil, terlebih suspensi, girboks dan pilihan ban.

“Dalam hal itu saya banyak belajar dari kru teknis M-Sport. Mereka kerja taktis dan sangat mendetail sampai ke takaran angin pada masing-masing ban. Bukan materi baru karena di Indonesia pun pereli kita melakukan hal sama, tapi detil serta pertimbangan sebab dan akibatnya yang sangat menarik untuk didalami. Ini benar-benar pangalaman berharga,” tandas Ubang yang memang disokong M-Sport yang juga pemasok pacuan R5 yang ia kemudikan.

Ia menambahkan, tiga karakter lintasan yang berbeda di Spanyol jelas akan jadi tantangan tersendiri. Bukan hanya dirinya sebagai peserta satu-satunya dari kawasan Asia Tenggara, tapi juga jadi tantangan para pereli profesional Eropa yang sudah berkali-kali terjun di RACC Rally de Espana.

“Dalam hal itu kita tak melulu bicara skill dan teknologi pacuan, tapi lebih pada kematangan strategi dan set up mobil masing-masing. Dengan dukungan teknis dari tim sekaliber M-Sport, mudah-mudahan hasil kali ini bisa lebih baik dari seri WRC2 sebelumnya. Mengejar posisi podium seperti tahun lalu mungkin sulit karena lawan yang dihadapi jauh berbeda, tapi kemungkinan itu selalu ada. Yang penting fokus sepanjang balapan karena mobil sangat potensial mlintir karena trek licin. Yah, setidaknya kami berharap finish dengan poin,” papar pereli ‘semi profesional’ ini karena sebagian kehidupannya sudah tercurah untuk reli dan tahun depan berencana lebih intensif di kejuaraan dunia. Tahun ini, seperti target sejak awal musim, banyak belajar dan belajar.