USAID PRIORITAS; Latih 68 Dosen Untuk Tularkan Ilmu Kepada Para Guru

USAID PRIORITAS; Latih 68 Dosen Untuk Tularkan Ilmu Kepada Para Guru

Surabaya, Kabarindo- USAID PRIORITAS menyelenggarakan pelatihan untuk pelatih tingkat nasional bagi 68 dosen dari 16 LPTK mitra lembaga ini di Surabaya pada 1-3 Desember 2014.
 
Menurut Ajar Budi Kuncoro, University and Stakeholder Coordinator Specialist USAID PRIORITAS, tujuan kegiatan tersebut untuk mengembangkan sekolah rujukan yang berhasil dalam menerapkan pembelajaran dan manajemen sekolah.
 
Ia mengatakan, mereka dipersiapkan untuk melatih dan mendampingi SD, MI, SMP dan MTs di setiap kabupaten / kota mitra USAID PRIORITAS untuk menjadi sekolah praktik yang baik (SPB) atau good practice school. Sekolah praktik yang baik adalah sekolah yang dirancang dan dikembangkan menjadi sekolah yang dapat menjadi contoh yang baik dari sisi pembelajaran dan manajemen sekolah.
 
”Pelibatan para dosen LPTK bertujuan lebih mendekatkan sekolah dengan LPTK sebagai pencetak guru dan agar sekolah praktik yang baik dapat menjadi tempat praktik mengajar bagi para mahasiswa calon guru,” kata Ajar.

Pengembangan SPB merupakan bagian dari program USAID PRIORITAS agar para mahasiswa calon guru dapat praktik mengajar di sekolah yang telah berhasil dalam menerapkan pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah (MBS). Saat mahasiswa LPTK menjadi guru nanti, mereka sudah mengetahui wujud praktik bukan teori dan terbiasa menerapkan pembelajaran aktif dan MBS..

Para dosen LPTK tersebut diberikan beberapa materi diantaranya tentang pendekatan saintifik dalam pembelajaran, merancang lembar kerja yang mendorong siswa berpikir tingkat tinggi, program membangun pembiasaan literasi dan portofolio dalam penilaian otentik. Dalam pelatihan tersebut, para dosen dibagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok menentukan topik pembelajaran kemudian dibuat dalam bentuk big book.

Menurut Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Dasar Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES), program SPB relevan dengan kepentingan LPTK dalam menyiapkan guru yang berkualitas.
“Banyak manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini karena membantu dosen dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Untuk para guru, pelatihan ini akan memudahkan mereka dalam mengaitkan KD (kompetensi dasar) pada pembelajaran tematik,” ujarnya.

Ketua Prodi Bahasa Daerah Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Johar Amir M.Hum, mengatakan semua mata kuliah bisa dipraktikkan dalam pembelajaran aktif di perguruan tinggi. Namun juga bergantung pada kemauan dosen apakah mereka mau mengubah cara mengajar atau tidak.
“Kalau untuk mahasiswa, pembelajaran aktif sangat membantu mereka saat implementasi PPL di sekolah. Mereka senang dengan adanya model pembelajaran yang berbeda dari biasanya,” ujarnya.

Sebelumnya, pemilihan dan seleksi SPB ini dilakukan oleh tim dosen LPTK yang selama ini terlibat dalam program USAID PRIORITAS. Ada lima aspek yang menjadi kriteria seleksi yaitu kegiatan siswa menunjukkan pembelajaran aktif, guru dalam mengajar menerapkan pendekatan pembelajaran aktif, kepemimpinan sekolah mendukung keberhasilan pembelajaran, manajemen sekolah dijalankan secara akuntabel dan terbuka serta peran masyarakat yang terlibat aktif dalam proses pendidikan di sekolah.

Perwakilan SPB yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan komite sekolah juga mendapatkan kesempatan untuk saling belajar dan mengunjungi beberapa sekolah mitra USAID PRIORITAS di tujuh provinsi.