USAID PRIORITAS; Latih 1000 Lebih Pendidik Di 5 Kabupaten

USAID PRIORITAS; Latih 1000 Lebih Pendidik Di 5 Kabupaten

Surabaya, Kabarindo- USAID PRIORITAS telah melaksanakan pelatihan di sekolah - sekolah mitra di 5 kabupaten /kota di Jatim sejak awal September hingga akhir Oktober.

Lima kabupaten itu adalah Kabupaten Mojokerto, Blitar, Madiun, Situbondo dan Pamekasan.

Menurut Silvana Erlina, Provincial Coordinator USAID PRIORITAS Jatim, pelatihan tingkat sekolah ini sebagai implementasi Training of Trainer (ToT) yang sudah dilakukan kepada para District Facilitator (DF) dari 5 kabupaten tersebut.

“Jenjang kegiatan kita adalah melatih para DF dari 5 kabupaten. Nantinya DF tersebut akan melatih tenaga pendidik di wilayah mereka melalui pelatihan tingkat sekolah yang saat ini berlangsung,” ujarnya pada Jumat (1/11).

USAID PRIORITAS Jatim telah melatih seribu lebih pendidik yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah. Angka ini masih akan terus bertambah hingga akhir Oktober 2013.

Modul yang digunakan merupakan modul dasar tentang Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk jenjang SD/MI, Contextual Teaching and Learning(CTL) untuk jenjang SMP/MTs serta Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk Kepala SD/MI dan SMP/MTs.

Silvana mengatakan, pelatihan yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS mendukung, mendasari dan membuka wawasan para guru tentang cara mengimplementasikan kurikulum 2013 di kelas mereka masing - masing.

Sebelum dilatih, para peserta diajak study visit ke sekolah - sekolah yang sudah mengimplementasi Program USAID sejak 2005. Jadi mereka bukan hanya mendapat pelatihan, namun juga menimba ilmu secara langsung melalui sekolah - sekolah yang sudah berhasil melaksanakan Program USAID.

Selama 3 hari pelatihan yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS, peserta pelatihan lebih banyak melakukan praktik langsung, bagaimana menganalisa Kompetensi Dasar, alat / bahan / media yang digunakan untuk mencapai tujuan, pengelolaan waktu, pengelolaan siswa dan pengaturan kelas yang fleksibel yang memudahkan siswa berinteraksi, berdiskusi dan berargumentasi di kelompoknya. Untuk meyakinkan apa yang dirancang, peserta pelatihan wajib mempraktekkan di sekolah – sekolah sekitar lokasi pelatihan.

“Saya sudah menjadi guru selama bertahun – tahun, tapi tugas praktik mengajar ini membuat saya grogi. Karena saya dituntut untuk tampil sesuai dengan standar, misalnya harus membuat perencanaan pembelajaran, media pembelajaran dan mempersiapkan lembar kerja untuk siswa,” aku Mintastutik S.Pd,  guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Mlandingan, Situbondo, peserta Pelatihan CTL.

Selesai pelatihan, para pendidik harus mengimplementasikan langsung ilmu yang didapat untuk diterapkan di sekolah masing-masing. Yang membedakan kegiatan Program USAID PRIORITAS dengan program pendidikan lainnya, para pendidik mendapat pendampingan saat  di sekolah. Bentuk pendampingan dapat berupa pendampingan di kelas saat mengajar maupun di forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

“Dengan pendampingan ini, guru yang memiliki permasalahan dan hambatan dalam mengajar dapat segera menemukan solusi pemecahan,” ujar Silvana.

Menurut M. Adri Budi, Governance and Management Specialist USAID PRIORITAS Jatim, USAID PRIORITAS Jatim menambah wilayah kerjanya di dua kabupaten mitra yaitu Ngawi dan Lumajang, pada Oktober ini, Kegiatan sosialisasi akan dilakukan pada November ini kemudian masing - masing kabupaten akan mengirimkan calon DF untuk dilatih dalam ToT.

Ia mengatakan, pemilihan kedua kabupaten ini didasarkan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan yang rendah, namun pemerintah daerah setempat memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Di Ngawi dan Lumajang, USAID PRIORITAS akan bekerja di 2 kecamatan. Untuk Lumajang di Kecamatan Sukodono dan Lumajang, sementara untuk Ngawi di Kecamatan Gerih dan Geneng.