UNUSA; Siap Terima Mahasiswa Magister Keperawatan

UNUSA; Siap Terima Mahasiswa Magister Keperawatan

Surabaya, Kabarindo- Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (UNUSA) siap menerima mahasiswa program magister keperawatan mulai tahun akademik 2016-2017.

Kesiapan ini disampaikan Rektor UNUSA, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie M.Eng. “Program S2 Keperawatan sangat dibutuhkan untuk mengisi tenaga dosen yang menyaratkan minimal berizajah S2, juga rumah sakit membutuhkan lulusan ini untuk tingkat manajerial,” katanya pada Selasa (29/3/2016).

Kesiapan tersebut menyusul hasil visitasi dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada pekan lalu.

“Kami akan memberikan izin sepanjang telah memenuhi persyaratan teknis administratif dan akademik. Biasanya kendalanya pada tidak adanya tempat praktek dan dosen yang memenuhi persyaratan,” ujar Dr. Patdono Suwignjo, M.Eng. Sc, Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ia mengatakan, program magister di bidang kesehatan kini memang ditawarkan kepada perguruan tinggi yang dianggap mampu untuk melaksanakan. Sayangnya, hingga saat ini ada 36 ribu tenaga dosen rumpun ilmu kesehatan yang belum S2. Bahkan ada dari mereka yang masih D3, sementara masa transisi sebagaimana amanat UU Guru dan Dosen yang mengharuskan dosen minimal S2 telah berakhir pada Desember 2015 lalu.

“Untuk menjawab persoalan itu, Kemristek Dikti memberikan kesempatan sekaligus memberikan tugas kepada perguruan tinggi yang dianggap mampu untuk membuka program magister di bidang kesehatan. UNUSA kami anggap mampu untuk membuka program magister keperawatan,” katanya.

Menurut Patdono, baru ada 12 program magister untuk bidang kesehatan yang tentu sangat kurang dibandingkan 36 ribu tenaga dosen rumpun ilmu kesehatan yang belum S2. Solusi yang dijalankan pemerintah adalah melalui program percepatan untuk membuka program magister baik keperawatan maupun kebidanan.

Ada konsekuensi yang akan diterima bagi dosen yang belum menempuh S2, antara lain tunjangan sertifikasi akan dihentikan, menjadi tenaga pendidik dan atau dipensiunkan. Namun hal ini belum diterapkan, karena terbatasnya jumlah penyelenggara program magister di bidang kesehatan. Jika jumlahnya sudah cukup banyak, aturan itu akan diterapkan.

Sebelum menerapkan aturan tersebut, dosen yang belum menempuh S2 akan diberi kesempatan melalui berbagai cara, antara lain pemberian beasiswa secara selektif, pemberlakuan skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL) dalam skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang merupakan salah satu sistem penghargaan terhadap wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang mencerminkan pengalaman kerja dan hasil belajar yang dimiliki dosen sebagai pengurang beban studi yang wajib ditempuh dalam program magister.