UMP Kalsel Naik; Kini Sudah Rp 2.085.050

UMP Kalsel Naik; Kini Sudah Rp 2.085.050

Banjarmasin, Kabarindo- Upah minimum provinsi (UMP) Kalimantan Selatan tahun 2016 akhirnya diputuskan naik sekitar 11,5 persen dari sebelumnya Rp1.870.000 menjadi Rp2.085.050.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel Antonius Simbolan di Banjarmasin, Selasa, mengatakan penetapan kenaikan UMP tersebut berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) dan tingkat inflasi sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan pusat.

"Berdasarkan rapat dewan pengupahan secara tripartit yang dilakukan beberapa kali, akhirnya disetujui kenaikan UMP Kalsel sebesar 11,5 persen atau sesuai dengan ketentuan kenaikan yang ditetapkan pusat," katanya.

Menurut Antonius, dasar penetapan UMP tersebut yaitu, kebutuhan hidup layak (KHL), berdasarkan angka KHL terendah terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rp1.848.431,85.

Kemudian dari angka KHL tersebut, ditambah angka prediksi inflasi kumulatif hingga Desember 2015 diperkirakan sebesar 4,6 persen sehingga (Rp1.848.431,85 +85.027,87) menjadi Rp1.935.500 dan angka KHL tertinggi berada di Kabupaten Tabalong seebsar Rp2.350.000.

Selain KHL, dasar penetapan UMP adalah angka inflasi dan PDRB secara nasional yaitu 6,8 persen dan 4,67 persen dan terakhir adalah kondisi pasar kerja, di mana angka pengangguran masih mencapai 4,83 persen.

"Masih tingginya angka pengangguran tersebut, membuat posisi tawar atau bergaining para pekerja masih cukup rendah, sehingga penetapan UMP di perusahaan masih berlaku hukum pasar," katanya.

Berdasarkan analisa tersebut, tambah Antonius akhirnya disepakati bahwa UMP Kalsel menjadi Rp2.085.050.

Terhadap pelaksanaan ketetapan UMP yang bakal diberlakukan pada 2016 tersebut, tambah dia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan, agar bisa dipatuhi oleh seluruh pihak terkait.

"Bagi perusahaaan yang belum siap untuk melaksanakan ketentuan tersebut, bisa meminta pengajuan tunda untuk menaikkan UMP, sesuai dengan kemampuan perusahaan," katanya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia dan Energi Kalimantan Selatan Supardi mengatakan rata-rata para pekerja menerima keputusan tersebut, walaupun lebih rendah dengan harapan yang diinginkan.

"Bukan masalah puas dan tidak puas, untuk apa kita menuntut tinggi-tinggi, bila ternyata kenaikan tersebut membuat perusahaan kesulitan akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja," katanya.

Sehingga kata dia, dalam kondisi perekonomian seperti saat ini, perusahaan diharapkan tetap bisa meningkatkan produksi dan mempertahankan tenaga kerja yang ada seperti dilansir dari laman antaranews.




Perhutani jual obyek wisata unggulan di London

London (ANTARA News) - Perum Perhutani yang mengelola 2,5 juta hektare hutan di Pulau Jawa dan Madura serta memiliki 236 obyek wisata berupaya mempromosikan obyek wisata unggulan dalam Word Travel Market (WTM) London yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 November mendatang.

"Kami ingin memperkenalkan obyek wisata yang dimiliki Perum Perhutani," ujar Kepala Biro Wisata dan Agribisnis Perhutani Ir Lies Bahunta dari Perhutani yang didampingi GM Perhutani Tri Lastono kepada Antara di London, Rabu.

Perum Perhutani untuk pertama kalinya mengikuti pameran pariwisata WTM London bersama 52 industri pariwisata yang difasilitasi Kementerian Pariwisata dalam upaya menjaring wisatawan Eropa khususnya dari Inggris.

Potensi obyek wisata di pulau Jawa tidak kalah indahnya dari obyek lainnya untuk itu sejak lima tahun terakhir Perhutani dengan serius mengembangkan wisata sebagai bisnis nonkayu.

Dikatakannya konsep yang dikembangkan adalah ecotourism dimana didalamnya mengedepankan konsep konservasi hutan serta edukasi dan keterlibatan masyarakat lokal.

Lies Bahunta mengatakan pada kesempatan WTM London tahun 2015 terjaring beberapa perusahaan untuk dapat membantu memasarkan obyek wisata Perhutani lebih luas ke dunia internasional antara lain Pulau Merah di Banyuwangi yang setiap tahun dilaksanakan kegiatan internasional surving.

Sementara obyek wisata Kawan Putih yang mempunyai ciri khas dengan heritage history tentang eksplorasi belerang dalam zaman kolonial Belanda itu sejak lima tahun terakhir banyak dikunjungi wisatawan tidak saja domestik tetapi juga mancanegara.

Menurut Tri Lastono, sejak lima tahun Perhutani dengan serius mencoba mengembangkan obyek wisata Kawah Putih, yang ada Provinsi Jawa Barat, yang memberikan kontribusi terbesar bagi Perum Perhutani. Sementara tahun 2015, pendapatan dari seluruh objek wisata mencapai Rp80 miliar, sedangkan tahun sebelumnya hanya Rp60 miliar.

Selain mempromosikan obyek wisata yang dikelola Perum Perhutani juga berupaya menarik investor asing untuk menanamkan modal nya khususnya untuk obyek wisata di Pulau Merah, demikian Tri Lastono.