UI Siap Punya RS Pendidikanl; Berkonsep Patient Safety

UI Siap Punya RS Pendidikanl;  Berkonsep Patient Safety

Depok, Kabarindo- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh.

Ia kembali mendatangi Universitas Indonesia (UI). Kehadirannya kali ini untuk meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pendidikan di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK). Rumah sakit itu akan mengadopsi konsep patient safety dengan akreditasi internasional yang pertama di tanah air.

Peletakan batu pertama itu dilakukan sekitar pukul 10.00, Senin (30/09). M  Muh mengungkapkan, mendukung pembangunan RS Pendidikan UI tersebut.

Karena konsep patient safety merupakan mode baru dari dunia kedokteran yang memperhatikan sistem keselamatan. Di antaranya, sistem konstruksi bangunan, tata letak ruangan, penggunaan material bangunan, serta pengaturan alur pasien infection dan non infection demi keselamatan dan kenyamanan pasien. Apalagi hal itu baru kali pertama ada di Indonesia.

”Pengembangannya mengikuti standar Joint Commision International Accreditation (JCIA). Semuanya terkonsep dengan apik dan memerhatikan semua aspek keselamatan kerja. Belum pernah ada konsep seperti ini makanya sangat baik untuk ditiru RS lain,” ungkapnya kepada INDOPOS (Grup JPNN), usai peletakan batu pertama RS Pendidikan UI Depok, kemarin (30/9).

Sementara itu, Rektor UI Muhammad Anis menuturkan, sebagai rumah sakit pendidikan nantinya RS tersebut akan terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar di Rumpun Ilmu Kesehatan. Baik itu di Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat. Untuk itu, kata dia, RS Pendidikan UI ini dilengkapi dengan ruang observasi bagi para mahasiswa yang sedang melakukan praktek kuliah.

Namun, kegiatan itu tidak mengganggu kenyamanan pasien dalam masa perawatan. ”Gedung ini juga akan dilengkapi dengan infrastruktur teknologi yang mendukung mahasiswa memantau tindakan medis secara langsung di ruang kelas. Jadi pelayanan kesehatan dan pendidikan bisa berjalan selaras dan beriringan. Dan ini memang sangat diperlukan agar mahasiswa tidak perlu jauh-jauh melakukan praktek di RS lain,” paparnya.