Trayek APTB 2014; Siap Ditambah Pemprov DKI

Trayek APTB 2014; Siap Ditambah Pemprov DKI

Jakarta, Kabarindo- Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menegaskan, tidak akan menambah izin trayek bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang masuk ke wilayah DKI Jakarta.

Pasalnya, tahun ini, Dishubtrans ingin menata operasional APTB, yang selama ini dinilai turut menambah kemacetan lalu lintas Jakarta.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Benjamin Bukit mengatakan, tahun ini pihaknya tidak ada rencana untuk menambah trayek bus APTB, meski keberadaan angkutan perbatasan tersebut sangat dibutuhkan bagi mobilisasi warga luar Jakarta.

“Tahun ini, kita tidak ada penambahan trayek bus APTB lagi. Kita mau konsentrasi terhadap pembenahan operasional bus APTB,” kata Benjamin di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (16/1).

Saat ini, pihaknya bersama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan fokus terhadap pembenahan kualitas pelayanan bus APTB. Berdasarkan laporan di lapangan, bus APTB kerap kali keluar dari jalur bus Transjakarta.

Tidak hanya itu, APTB juga ditemukan sering ngetem untuk menunggu penumpang, berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, dan seringkali sopir ugal-ugalan, karena masih menganut sistem setoran.

“Sekarang kita mau mem-push Transjakarta, untuk menghapus konsep berbasis setoran. Kita tidak mau lagi ada APTB yang ngetem sana sini, yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Pokoknya otoritas pengoperasian APTB ada di PT Transjakarta sekarang,” tegasnya.

Benjamin menjelaskan, hingga saat ini ada enam operator yang melayani 17 trayek APTB, dengan jumlah armada sebanyak 193 bus. Hingga saat ini, penumpang APTB sudah mencapai lebih dari satu juta orang per tahun.

“Jadi kalau dirata-ratakan, setiap harinya, APTB bisa mengangkut sekitar 100 ribuan penumpang. Ini yang kita harapkan. Bagaimana orang mau beralih moda transportasi. Sebelum masuk ke Jakarta, menggunakan transportasi APTB,” jelasnya.

Enam operator APTB adalah PT Anugerah Mas, PT Bianglala Metropolitan, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, PT Mayasari Bhakti, PT Hiba Utama dan Perum PPD.

Sedangkan 17 trayek yang saat ini beroperasi, antara lain dengan operator Perum PPD ada tiga trayek, yaitu APTB 01 Bekasi - Pulogadung dengan 7 bus, APTB 03 Poris Plawad - Tomang dengan 10 bus dan APTB 08 Bekasi - Bundaran HI, dengan armada 8 bus.

Lalu operator PT Bianglala MP mengoperasikan trayek APTB 04 Ciputat - Kota dengan 15 armada. Operator PT Mayasari Bakti melayani lima trayek. Terdiri dari, APTB 05 Cibinong - Grogol dengan 13 armada, APTB 07 Bekasi - Tanah Abang dengan 19 bus, APTB 10 Cileungsi - Blok M dengan 13 armada, APTB 13 Pulogadung - Tangerang dengan 10 armada, APTB 14 Cikarang - Kalideres dengan 10 armada.

Sedangkan operator PT Sinar Jaya ML melayani empat trayek, yakni APTB 06 Bogor - Rawamangun dengan 10 bus, APTB 09 Bogor - Blok M dengan 10 armada, APTB 11 Bogor - Tanah Abang dengan 10 armada dan APTB 16 Bogor/Bubulak - Grogol dengan 10 armada.

Lalu operator PT Hiba Utama hanya melayani satu trayek, yaitu APTB 12 Bogor - Tanjung Priok dengan 10 armada. Serta operator PT Anugerah Mas melayani tiga trayek, terdiri dari APTB 15 Bogor/Ciawi - Grogol, APTB 17 Bogor - Senen dengan 18 bus dan APTB 18 Bogor - Cililitan dengan 10 bus seperti dilansir dari laman beritasatu.