Tradisi Mudik Ke Ancol; Bagi Yang Tidak Punya Kampung Lagi

Tradisi Mudik Ke Ancol; Bagi Yang Tidak Punya Kampung Lagi

Jakarta, Kabarindo- Saat Anda masih bercengkerama bersama keluarga dan handai taulan di kampung halaman masing-masing.

Tidak sedikit warga DKI yang justeru melampiaskan siraturahimnya dengan menyambangi tempat-tempat wisata dan rekreasi. Itu termasuk bereakreasi ke Ancol bersama keluarga karena memang itu menjadi destinasi tepat untuk meeting point.

Jadi seluruh keluarga kumpul di sana dan memang sudah tidak ada lagi yang di kampung karena semua sudah di ibukota. Dari bibir pantai yang dipenuhi oleh orang serta ban warna-warni merupakan pemandangan lumrah dan biasa di tempat hiburan seperti Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, terutama saat-saat hari libur, seperti pada Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Mereka menyebutnya sebagai 'pelarian' karena tidak bisa melakukan ritual Hari Raya Lebaran yakni Mudik. Salah satunya Lisa Andriani (32) yang berpiknik bersama dengan suami dan dua anaknya, Rara dan Nadia.

"Daripada enggak kemana-mana," kata Lisa saat ditemui di Ancol, Jumat.

Lisa yang tidak bisa mudik karena keterbatasan biaya menyebutkan bahwa Lebaran kali ini keluarganya terpaksa merayakan hari besar Islam di Jakarta. Selain biaya, keterbatasan hari libur yang didapatkan suaminya pun membuatnya tak bisa mudik ke Palembang tahun ini.

"Jadi ya, saya mudik ke Ancol saja," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.

Tak banyak persiapan yang dibawanya untuk 'mudik' kali ini, hanya beberapa perbekalan makanan, alas tikar, makanan kecil serta beberapa mainan yang biasa digunakan untuk bermain di pasir pantai.

"Yang penting peralatan anak-anak senang. Kalau ayah ibunya mah mudah," katanya.

Perjalanannya ke pantai di Jakarta Utara tersebut pun bukan tanpa alasan. Karena kampung Lisa berada di tepi sungai Muara Enim, suasana 'air' ingin pula didapatkannya lebaran kali ini.

"Makanya pilih kesini. Lagipula disini pilihannya banyak kalau anak-anak bosan di pantai terus," katanya.

Tak jauh berbeda dengan Yudi yang membawa serta istri dan anaknya yang masih balita. Tujuannya datang adalah untuk berlibur karena memang dirinya tidak mudik.

"Kampung saya di Jakarta," katanya.

Pilihan berlibur pun jatuh ke taman hiburan Ancol, meski dia yakin bahwa tujuannya tersebut akan dipenuhi juga oleh warga yang ingin berlibur.

"Makanya saya datang pagi biar dapat tempat," katanya.

'Mudik' juga punya pedagang 'Mudik' ala Lisa tersebut juga berlaku di pedagang topi dan kacamata hitam yang banyak berjualan di sepanjang pantai Ancol. Mereka lebih memilih untuk melakukan mudik di pantai.

"Kami mudiknya jualan disini," kata salah satu penjual topi dan kacamata di Ancol, Isman, Jumat.

Meski dia mengaku, lebaran kali ini tidaklah seramai lebaran tahun lalu, begitu pula dengan pembeli topi dan kacamata jualannya.

"Tahun ini sepi. Tahun lalu mah orang-orang enggak bisa lewat. Penuh," katanya.

Berkurangnya pengunjung juga mengurangi pemasukan Isman. Namun Isman menolak menyebutkan besaran uang yang ia dapatkan hari ini.

"Yang penting ada untuk keluarga," katanya.