Toilet Bersih Belum Tentu Higienis; Domestos Punya Solusi

Toilet Bersih Belum Tentu Higienis; Domestos Punya Solusi

Jakarta, Kabarindo- Kebersihan toilet menjadi salah satu isu yang tampak remeh namun nyatanya perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Toilet tak perlu sekedar rapi, namun juga harus kering dan higienis.

Dari preskon tadi siang yang menghadirkan Indy Barends, Brand Ambassador Domestos, yang berbagi informasi dan pengalamannya seputar menjaga kebersihan yang dimulai dari rumah.

Ia didampingi oleh Imee Putri, Assistant Brand Manager Domestos; dan Naning Adiwoso perwakilan dari Asosiasi Toilet Indonesia. Tampak hadir perwakilan dari UNICEF dan perwakilan sekolah penerima manfaat program Gerakan Toilet Higienis Domestos.

"Kenapa kering? Karena di Indonesia ini kelembapan tinggi. Sebisa mungkin kurangi titik-titik air, sesedikit mungkin ada genangan air. Karena air itu sumber kuman, kalau kering nggak akan ada kuman mau di situ," ujar Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso.

Naning menyebut saat ini masyarakat Indonesia masih belum terlalu sadar dengan kebersihan toilet. Padahal dengan banyaknya aktivitas buang air di sana, toilet menjadi tempat favorit berkumpulnya kuman.

Naning mengamati masih banyak orang yang berpikir toilet bersih sama artinya toilet itu sudah higienis, padahal tidak. Untuk mengecek higienis, ada satu cara paling sederhana dan bodoh yang disebut oleh Naning.

"Colek itu toilet, tempelkan ke muka. Kalau terasa gatal berarti tidak higienis walaupun kelihatannya bersih," kata Naning.

Tisu yang digunakan pun menjadi satu hal yang harus diperhatikan karena selama ini kerap luput dari perhatian. Untuk membersihkan sisa setelah buang air, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi sebuah tisu untuk pantas digunakan.

Dijelaskan Naning, tisu toilet yang baik adalah yang larut dalam air. Untuk mengeceknya bisa dengan cara memasukkan ke dalam air dan ditunggu beberapa menit. Jika tisu tersebut larut, menjadi seperti bubur kertas, maka itu adalah tisu toilet yang baik untuk digunakan. Namun jika menggumpal, menjadi padat maka sebaiknya tidak digunakan.

"Tisu kan ada beberapa macam. Misalnya tisu pembersih muka, itu tidak akan larut karena memang digunakan untuk membersihkan kotoran atau debu yang menempel di muka. Juga tisu makan yang untuk mengelap sisa makanan. Jadi gunakan tisu sesuai fungsinya," saran Naning.

Bagi mereka yang pergi ke hutan dan terpaksa buang air, Naning menyarankan untuk memakai tisu anti bakteri yang saat ini sudah banyak dijual.