Tidak Ada Beras Plastik; Stok Beras Aman Sambut Ramadhan 2015

Tidak Ada Beras Plastik; Stok Beras Aman Sambut Ramadhan 2015

Cipinang, Jakarta Timur, Kabarindo- Ada yang beda dan memang suasana berbeda saat banyak pejabat yang hadir dan tidak lazim kunjungan rutinitas sambut bulan puasa & hari raya dari menteri perdagangan dan bulog.

Tadi siang ikut hadir Ka BPOM dan jajarannya yang mensiagakan mobil unit tes labnya yang terlihat melakukan tes untuk beberapa sample beras yang ada di kawasan PT. Food Station Tjipinang Jaya yang dikenali dengan nama Pasar Induk Beras Cipinang.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tidak hanya didampingi oleh Kepala Bulog dan Kepala BPOM. Kali ini bersama dengan Kapolri RI, Badrotin Haiti didampingi Kapolda Metro Jaya dan jajarannya ikut memastikan di hadapan media bahwa tidak ada beras plastik dari hasil uji lab secara simultan lab BPOM, Puslabfor Polri dan lainnya termasuk yang ada di Puspitek Serpong khusus untuk plastik polimer.

"Semua hasilnya negatif dan tidak ada indikasi satupun yang mengandung logam atau zat berbahaya. Laporan dari BPOM dan kepolisian sudah disampaikan dan kemendag dari sistem tata niaganya tetap memantau brand atau merek dagang dari beras dalam kemasan yang beredar sehingga kita tahu sumber apabila terjadi masalah. Dari hasil pantauan stok beras di pasar induk Cipinang ini aman dengan ketersediaan yang ada sambut bulan puasa termasuk stabilitas harga. Khusus untuk produk pangan yang disimpan dalam gudang harus terdaftar dan memiliki Tanda Daftar Gudang serta wajib melaporkan ke kementerian perdagngannya sebagai langkah pengawasan. Kemendag akan mengatur tata niaganya. Pertama, merek yang tidak terdaftar akan kita daftarkan ke Kemendag pemilik dan merek berasnya. Kedua, jika beras tersebut meupakan beras oplosan, maka di karungnya harus ditulis bahwa itu adalah beras oplosan. Ketiga, saya meminta manajemen untuk bisa mengontrol barang-barang di wilayahnya. Begitu juga pedagang harus tahu darimana dan bisa memastikan produk yang dia dapat adalah produk yang baik," papar Rachmat Gobel mantap sambil keliling bersama dengan para awak media.

Redaksi melakukan pantauan langsung dan bertemu dengan para pengusaha beras dan koperasi. Ada pak Ayong dan H Idan sebagai pengusaha beras memastikan bahwa tidak ada itu beras plastik dan ini rekayasa dan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga cukup meresahkan. Mereka senang penegasan dari para pejabat tadi dan berharap situasi bisa normal lagi

Pasar Induk beras Cipinang dalam sehari memasok dan mendistribusikan 2.500-3.000 ton per hari dan dipastikan stok aman sehingga tidak perlu impor karena masih menanti panen beberapa wilayah.

Sekali lagi ditekankan dari Ka BPOM, Kapolri dan Mendag RI bahwa masyarakat tidak perlu resah karena stok beras aman dan tidak ada beras plastik.

Sementara itu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustin mengulangi lagi jaminannya bahwa stok beras jelang lebaran masih aman.

"Stok beras sampai di pasar Mei-Juli akan ada surplus. Stok beras di Bulog 1,3 juta ton posisi sekarang ini," jelasnya. mantap sehingga tidak perlu dikuatirkan apalagi kenaikan harga yang terus akan dipantau bersama-sama.

Redaksi juga menjumpai beberapa varietas unggul atau premium beras seperti beras Bandung IR 84 yang sekilonya dibandrol Rp. 10.500/kg atau Pandan Wangi serta lainnya semua dalam kondisi melimpah dan stok aman.

Menarik dari pengusaha beras tersebut adalah perhatian mereka akan luas lahan persawahan yang makin tergilas oleh kepentingan pengembang untuk kawasan industri, perumahan dan pertokoan sehingga dipastikan 10-15% tiap tahunnya berkurang sehingga dikhawatirkan akan menyusut terus dan Indonesia akan kembali impor beras lagi.
 

Yuk Jadi Petani.................!