The Body Shop; Serahkan Donasi Kepada Omah Munir

The Body Shop; Serahkan Donasi Kepada Omah Munir

Surabaya, Kabarindo- Selama lebih dari 20 tahun The Body Shop konsisten dalam mendukung program-program terkait isu HAM yang sejalan dengan salah satu dari nilai-nilai yang dipegang yaitu Defend Human Rights.
 
Pada tahun ini, dukungan The Body Shop diwujudkan dengan menggalang donasi pelanggan melalui produk Soft Hands Kind Heart Hand Cream dan donasi langsung melalui kasir di seluruh toko selama periode 28 Juli-15 Oktober 2015.
 
The Body Shop kemudian menyerahkan donasi sebesar Rp. 266.803.098 di acara peringatan dua tahun Museum Omah Munir di Batu, Malang, Jatim, baru-baru ini. Penyerahan dilakukan oleh Rika Anggraini,  GM Corporate Communications The Body Shop Indonesia, kepada Suciwati Munir, istri Munir Said Talib, aktivis HAM Indonesia. Suciwati juga pendiri dan penggerak Omah Munir.
 
Donasi tersebut diperuntukkan program pendidikan HAM bagi generasi muda Indonesia yang diprakarsai oleh Omah Munir. The Body Shop yakin konsep pendidikan HAM melalui Omah Munir penting untuk didukung agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, memiliki pengetahuan tentang HAM serta dapat mengurangi kesenjangan di masyarakat saat ini.
 
Rika Anggraini mengatakan, Omah Munir didedikasikan sebagai bentuk penghargaan dan merawat ingatan tentang gerak perjuangan penegakkan HAM di Indonesia, bukan semata-mata mengkultuskan Munir.
 
Ia menambahkan, isu HAM dekat dengan kegiatan sehari-hari dan penting bagi kita semua untuk mengenalkan hak-hak asasi dalam setiap interaksi sosial. The Body Shop meyakini bahwa setiap manusia berhak untuk menikmati kehidupan yang damai, tanpa kekerasan dan diskriminasi sesuai dengan martabat kita sebagai manusia.
 
“Donasi  untuk Omah Munir tersebut merupakan donasi kastemer yang tertinggi hanya dalam periode kurang dari tiga bulan. Artinya kiprah Omah Munir sudah dikenal baik dan dipercaya oleh kastemer The Body Shop,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Senin (14/12/2015).
 
Suciwati mengatakan, penting bagi Omah Munir untuk bersikap seksama dan hati-hati dalam memilih mitra kerja sama. Organisasi tersebut harus tidak terlibat korupsi, bukan pelanggar HAM dan dapat dipertanggungjawabkan penyaluran donasinya.
 
“Kami ingin membumikan perjuangan menegakkan keadilan terhadap pelanggaran HAM sekaligus menjadikan Omah Munir sebagai pusat pendidikan HAM di Indonesia,” ujarnya.