Terminal Peti Kemas Koja; Siap Go International

Terminal Peti Kemas Koja; Siap Go International

Jakarta, Kabarindo- Untuk pertama kalinya.

Terminal Peti Kemas (TPK) Koja hari ini melayani kapal berkapasitas 5.000 TEUs (twenty-foot equivalent units –ukuran standar sebuah kontainer).

Kapal berkapasitas 5.000 TEUs ini sering pula disebut sebagai Panamax Class, merupakan standar kapal kontainer yang digunakan oleh perusahaan pelayaran internasional karena sifat efisiensinya. Sebelumnya, Jakarta International Container Terminal (JICT) yang juga berada dalam kompleks Pelabuhan Tanjung Priok telah mulai melayani kapal seukuran ini pada Februari 2012 lalu.

Kapal berkapasitas 5.000 TEUs yang tiba di TPK Koja dioperasikan oleh OOCL (Orient Overseas Container Line, Ltd –sebuah perusahaan pelayaran besar dari Hongkong). Di tengah upaya banyak perusahaan pelayaran internasional untuk keluar dari krisis yang melanda, OOCL  semakin memantapkan posisinya sebagai sebuah perusahaan pelayaran yang memiliki reputasi tinggi, dengan memperbesar (upsize) pengoperasian kapalnya dari kapasitas 3.200 TEUs menjadi 4.600 (hingga 5.000) TEUs, serta memberikan kepercayaan pada TPK Koja untuk melayani kegiatan bongkar muat peti kemas setiap minggunya.

“Upsize kapal ini jelas merupakan suatu kepercayaan yang tinggi dari OOCL sebagai pelanggan terbesar. Adanya upsize kapal ini semakin memantapkan komitmen TPK Koja untuk meningkatkan level of service dan produktivitasnya,” kata Arif Isnawan, General Manager TPK Koja.

TPK Koja sebelumnya memiliki kapasitas terpasang sebesar 680.000 TEUs. Namun dengan melakukan berbagai upaya optimalisasi atas fasilitas infra dan suprastruktur yang ada, TPK Koja kini mampu meningkatkan kapasitasnya menjadi 840.000 TEUs. Hal ini telah dibuktikan dengan pencapaian throughput lebih dari 823.000 TEUs pada tahun 2011 lalu.

Perolehan throughput TPK Koja pada tahun 2012 ini, sampai dengan April, mencapai 271.781 TEUs, mengalami kenaikan 10.55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 245.844 TEUs. Sementara, untuk kinerja GCR (Gross Crane Rate) mengalami kenaikan sebesar 17.49% dari 22,3 box/jam pada tahun 2011 menjadi 26,2 box/jam pada tahun 2012.

“Pencapaian ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat tinggi dari seluruh pelanggan setia kami kepada TPK Koja, dan juga merupakan bentuk dedikasi dan profesionalisme dari semua karyawan TPK Koja,” ujar Arif Isnawan, General Manager TPK Koja.

Komitmen dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kinerja TPK Koja diwujudkan dengan melakukan investasi penambahan fasilitas infrastruktur dan suprastruktur. Penambahan fasilitas merupakan hal yang sangat ditekankan oleh para induk perusahaan TPK Koja, IPC (PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)) dan PT Hutchison Ports Indonesia, agar Pelabuhan Tanjung Priok siap melayani pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia. Direncanakan pada awal tahun 2013, TPK Koja akan memperluas container yard, menambah jalur gate, serta menambah fasilitas bangunan dan pendukung operasional. Untuk paralatan pendukung, TPK Koja akan melakukan penambahan 1 unit QCC, 3 unit RTG, 8 unit head truck, serta fasilitas suprastruktur lainnya. Perbaikan fasilitas dan penambahan area ini akan mampu meingkatkan kapasitas layanan TPK Koja menjadi 1.000.000 TEUs.

“Capaian TPK Koja ini menjadi suatu hal yang sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok dengan layanan berstandar internasional, telah benar-benar siap menjadi hub-port regional guna mengantisipasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kawasan Asia, dan dunia, “  tambah RJ Lino, Direktur Utama IPC.