Telkom SME Indonesia BISA; Sambangi Publik Jawa Timur

Telkom SME Indonesia BISA; Sambangi Publik Jawa Timur

Sidoarjo, Jawa Timur, Kabarindo- PT Telekomunikasi Indonesia meluncurkan program SME Indonesia Bisa : Bangkitkan Inovasi dan Semangat Wirausaha di Balai Pengembangan Indutri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Sidoarjo pada Senin (13/1/2014).

Peluncuran dilakukan oleh Direktur Enterprise and Business Telkom, Muhammad Awaluddin. Acara ini dihadiri beberapa pihak terkait termasuk pelaku UKM.

Awaluddin mengatakan, program tersebut diluncurkan untuk mendorong potensi besar dunia usaha SME (Small Medium Enterprise) atau UKM dalam menopang perekonomian Indonesia yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan TI (teknologi informasi).

“Penerapan TI akan mempermudah para pelaku UKM dalam menjalankan usaha dan mempercepat mereka untuk bisa go global,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, yang mendasari program tersebut adalah keinginan Telkom mendukung program pemerintah dan pelaku UKM untuk melaksanakan modernisasi dan meningkatkan kompetensi UKM.

“Dengan memanfaatkan ICT (information, communication & technology), UKM akan semakin produktif, inovatif dan kreatif sehingga memiliki daya saing dalam menghadapi globalisasi serta meningkatkan kontribusi UKM dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Bagong Suyanto, akademisi dari Incubator Bisnis Universitas Airlangga, berharap program SME Indonesia Bisa dapat diakses semua pelaku UKM sehingga memberikan peluang yang sama kepada mereka.

Program SME Indonesia Bisa(SIB) ditujukan kepada 100 Sentra UKM di seluruh Indonesia melalui penyediaan solusi ICT secara mudah, murah dan bermanfaat. Program ini telah diawali melalui pilot project secara terbatas pada 2013 dengan menggarap 20 Sentra UKM di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Serang dan Karawang yang akan diperluas ke seluruh Indonesia.

“Telkom semakin fokus dalam menggarap pasar bisnis UKM. Target kami 500.000 pelaku UKM bergabung pada 2014 ini dalam program IndiPreneur,” ujar Awaluddin.

Pada 2014, Telkom lebih fokus menggarap sektor UKM melalui tiga revenue driver yaitu Small Office Home Office (SOHO), Business Solution for Community (BSC) dan Digital Media Solutions.

Pelanggan UKM akan mendapatkan layanan ICT yang komprehensif dan lebih baik dengan harga kompetitif. Dari 100 sentra UKM, diharapkan 70% UKM dapat menikmati layanan berbasis voice dan sms (selular Telkomsel) dan 30% memanfaatkan aplikasi
(hardware dan software).

Tahun ini, Telkom menargetkan 500.000 UKM dan diharapkan menjadi satu juta UKM pada 2015. Hal ini dilakukan dengan memberikan insentif kepada UKM untuk mempromosikan produk melalui directory service www.smartbisnis.co.id termasuk pembuatan website mudah secara gratis.

Telkom menargetkan 100% UKM di Sidoarjo dapat dimasukkan ke dalam directory service yang memudahkan para pelaku UKM yang sudah go online untuk menjalankan aktivitas bisnis dan siap bersaing di pasar global.

Untuk Sidoarjo, pada triwulan I akan difokuskan pada industri tas dan koper. Pada triwulan II akan diarahkan pada industri batik, sepatu sandal, bordir. Kemudian pada triwulan III  untuk industri bandeng asap, ikan asin dan ikan asap. Sisanya akan digarap pada triwulan IV.

Agus Maksum, seorang pelaku bisnis online, mengatakan TI sudah mengubah pola pembelian dan penjualan di Tanggulangin yang merupakan pusat industri tas dan sepatu di Sidoarjo. Kini order yang diperoleh lebih merata karena bisa dilakukan melalui internet.

Hal ini dibenarkan Syihabuddin, Ketua Intako (Industri Tas dan Koper) di Sidoarjo. Ia mengatakan, penjualan produk meningkat melalui online. Pembeli tak perlu datang ke lokasi, cukup memesan lewat internet. Karena itu, para pelaku UKM semestinya memiliki website dengan tampilan menarik untuk mepromosikan produk.

Ia menyebutkan, omzet di Intako saja mencapai Rp 400 juta / minggu. Ia optimistis, omzet pada pelaku UKM lain di Tanggulangin bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Deputy Bidang Produksi Kementrian Koperasi, Bram Setyo, berharap program SME Indonesia Bisa dapat bersinergi dengan kementriannya dalam mendorong pengembangan UKM di seluruh Indonesia.