TSI Bogor; Diramaikan Anak Gajah Baru

TSI Bogor; Diramaikan Anak Gajah Baru

Jakarta, Kabarindo- Raja, anak gajah sumatra jantan yang lahir pada 3 Oktober 2013 menjadi penghuni baru Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Bogor.

Nama "Raja" diberikan oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan ketika meninjau anak pasangan gajah jantan David (53 tahun) dengan pasangannya gajah betina Indah (36 tahun) di TSI, Bogor, kemarin seperti dilansir dari laman antaranews.

Dalam kunjungannya Zulkifli mampir ke kandang gajah. Di sana diperlihatkan rekaman video kelahiran bayi gajah hasil perkawinan David dengan Indah.

Pengelola TSI kemudian memintanya memberi nama kepada si bayi dan menuliskannya di karton berwarna putih dan berbentuk gajah.

"Karena ini gajah sumatra saya kasih nama Raja. Raja itu nama khas Sumatera," kata Zulkifli sambil menuliskan nama "Raja" menggunakan spidol berwarna hitam pada karton berbentuk gajah yang kemudian diberikan pada induk jantannya.

Dengan kelahiran Raja, Taman Safari Indonesia Bogor memiliki total gajah 49 ekor.

Sementara itu, jumlah gajah di TSI Prigen Jawa Timur sebanyak 20 ekor serta enam ekor anak gajah, sedangkan TSI Bali 26 ekor gajah sumatra dengan kelahiran empat kali.

David didatangkan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Aceh pada tanggal 10 Juli 2008, sedangkan Indah berasal dari PLG Palembang yang didatangkan pada tanggal 10 Agustus 2007.

Zulkifli mengatakan bahwa lembaga konservasi seperti taman safari dan kebun binatang adalah mitra penting pemerintah dalam pelestarian satwa. Lembaga kerap membantu merawat satwa liar yang tertangkap atau terjerat oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu Menhut juga mengunjungi ruang konservasi yang berisi tiga macan tutul jawa serta melihat kondisi terbaru harimau sumatra, Melani, yang berasal dari kebun binatang Surabaya.

Menyinggung penangkapan harimau yang masuk kampung oleh masyarakat di sejumlah daerah akhir-akhir ini, pihaknya menyatakan hal itu semestinya tidak terjadi jika habitat satwa tersebut terlindungi.

"Habitat mereka terganggu, kawasan rusak, makanan tak ada akhirnya masuk kampung. Fenomena ini harus diatasi bersama," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.