Susilo Bambang Yudhoyono; Hadiri Diskusi Netizen

Susilo Bambang Yudhoyono; Hadiri Diskusi Netizen

Cibubur, Jakarta, Kabarindo- Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia menghadiri diskusi 26 Netizen di Multi Function Room Raffles Hills, Cibubur, Depok, Jawa Barat.
Gelar diskusi Netizen yang mengangkat tema "Perlukah Revisi UU KPK" ini diselenggarakan oleh pengurus DPP Demokrat.

Acara diskusi akhir pekan ini diikuti 26 Netizen dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, mulai dari dokter, jurnalis,mahasiswa, dan umum. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Jakarta.

Mantan Presiden R.I ke-6, dan juga sebagai Ketua Umum Partai Demokrat ini hadir dalam acara tersebut dengan didampingi ibu Ani Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Hadir pula beberapa pejabat pemerintahan, dan jajaran pengurus harian Fraksi Demokrat serta para undangan, diantaranya Menteri Pemuda dan Olah Raga R.I, Imam Nahrowi, dan jajaran pengurus DPP Demokrat, antara lain Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan dan Praktisi Demokrat Roy Suryo.

Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga akrab disapa SBY, mengapresiasi diselenggarakannya acara ini dan beliau memberikan semangat dalam upaya gerakan pemberantasan korupsi yang terus di dikedepankan.
"Kinerja KPK sudah baik, dan Gerakan pemberantasan korupsi tidak boleh surut," kata SBY dalam tanggapannya usai mendengarkan beberapa pendapat dari 26 Netizen yang hadir.
Beliau juga menambahkan bahwa pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di Indonesia harus efektif dan hal ini memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Diskusi 26 Netizen yang di moderatori oleh Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan ini, memberikan peluang kepada mereka untuk mengatakan apa saja pendapat dan suaranya terkait rencana perubahan UU KPK tersebut. Salah satunya peserta Netizen dari Jakarta yakni Triniani Novianti yang berprofesi sebagai dokter yang menyuarakan pendapatnya. Bahwa untuk menentukan perlu tidaknya revisi UU KPK sebenarnya mudah, cukup melihat kinerja lembaga antikorupsi sekarang ini.

"Setuju atau tidak setuju adanya revisi UU KPK tersebut, menurut saya kembali ke tujuan awal, yaitu KPK dibentuk untuk memberantas korupsi. Perlu melihat kinerja KPK, jika baik, maka tak perlu direvisi. Tetapi jika memang kurang baik maka revisi ini diperlukan," ujar Triniani Novianti.

Terkait tema diskusi Netizen ini, sebelumnya SBY juga telah meng-unggah kicaunnya di media sosial Twitter yang mengajak masyarakat dan para Netizen seluruh Indonesia untuk turut menyikapi perkembangan atau isu terkini tentang KPK.
"Saya mengajak seluruh kalangan dan lapisan masyarakat, untuk ikut memberikan pendapat dan pilihannya, apa yang saya sampaikan di akun twitter saya terkait "Perlukah Revisi UU KPK" ini," ujar SBY.

Berikut ini kicauan SBY di Twitter, "Terkait revisi UU KPK, apa pendapat anda? Setuju/tidak? Mengapa? Jika setuju, materi apa yg perlu diubah/ditambah #uukpksby,", dari akun @SBYudhoyono pada 13 Februari 2016 lalu.

Menyimak dengan seksama pendapat serta pandangan dari 26 Netizen dan para Netizen lainnya dari akun twitternya, SBY mengapresiasi dan mengatakan, masyarakat masih konsen dan mendukung terhadap fungsi dan tugas penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Kurang lebih ada ribuan yang meng-twit akun twitter SBY hingga saat ini.

"Bukan hanya saudara saja yang mengikuti suara twitter saya," ujarnya kepada 26 Netizen dan seluruh tamu undangan yang hadir dalam diskusi tersebut. Lanjut SBY, ada sekitar
70% dari ribuan yang meng-twit saya, dan mereka menolak adanya rencana revisi Undang Undang KPK yang akan di bahas di DPR tersebut, katanya.

"Saya ingin ada pandangan secara utuh, baik dari DPR, dan Pemerintahan saat ini. Jangan terkesan tergesa gesa untuk melakukan revisi undang-undang KPK ini, dan itu harus dilakukan secara bijak dan niat yang benar serta mendengarkan aspirasi, dan kepentingan masyarakat saat ini. Harus dilihat secara rasional, jangan emosional." pungkas jelas SBY.
Saya ingin pemerintahan sekarang Jokowi dapat berjalan dengan baik, tambahnya.

SBY menuturkan, semenjak diluar pemerintahan tekad saya tidak berubah, dan saya berharap agar semangat untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kejahatan korupsi tidak surut, baik dari para pejabat dan jajaran pemerintahan.

Di terakhir pernyataan, pendapat dan  pandangannya, SBY berharap kepada KPK agar senantiasa menjaga amanah rakyat, dan jauhkan konflik interes, dan  jalankan fungsi serta tugasnya dengan benar.