Surabaya Charity Ball; Berbagi Untuk Sanggar Alang-Alang

Surabaya Charity Ball; Berbagi Untuk Sanggar Alang-Alang

Surabaya, Kabarindo- Sheraton Surabaya Hotel & Towers mendonasikan Rp. 90 juta kepada Sanggar Alang-Alang yang diserahkan pada penghujung pekan ini.

Di acara ini, beberapa anak dari Sanggar Alang-Alang memainkan alat musik dan membawakan dua lagu karya mereka yang mendapat aplaus.

Dana tersebut dihimpun dalam acara Surabaya Charity Ball yang pada tahun ini diadakan pada 5 Desember lalu dan merupakan yang keenam kali. Surabaya Charity Ball merupakan Corporate Social Responsibility tahunan Sheraton sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Surabaya Charity Ball kali ini mengusung tema The Great Gatsby dengan mengadakan lelang yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sheraton tidak hanya melelang voucher hotel dari property Starwood di seluruh dunia, namun juga melelang lukisan karya pelukis Surabaya, Agoes Koecink, dan sejumlah Catering Package kreasi tim kuliner Sheraton. Dana yang terkumpul kemudian disumbangkan kepada Sanggar Alang-Alang.

General Manager Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Chris Moore, mengatakan pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang dengan mengajak para tamu yang didominasi ekspatriat untuk menyumbangkan dana dengan mengikuti lelang.
“Kami memilih untuk menyumbangkan seluruh dana yang terkumpul dalam acara tersebut kepada Sanggar Alang-Alang yang merupakan wadah positif untuk membantu anak-anak mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Moore berharap, dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin bagi kemajuan anak-anak di Sanggar Alang-Alang, terutama di bidang pendidikan agar kelak mereka memiliki kehidupan yang lebih baik.
Didit Hape, pimpinan dan pengasuh Sanggar Alang-Alang, bersyukur atas donasi tersebut yang dapat membantu kelangsungan hidup sanggar ini. Ia mengatakan, Dinas Sosial Jatim tak akan memberikan bantuan lagi mulai tahun depan. Saat ini, Sanggar Alang-Alang mendapat dana Rp. 40 juta / tahun dari dinsos yang digunakan untuk kepentingan anak-anak.

Didit memaparkan, donasi dari Sheraton akan digunakan untuk membeli seragam belajar anak-anak, meja-meja lipat di rumah baca dan renovasi MCK.

Didit mendirikan Sanggar Alang-Alang pada 17 tahun lalu yang kini menampung 165 anak. Sanggar ini memiliki 2 tempat di Surabaya yaitu di Joyoboyo dan Kampung 1001 di kolong jembatan Dupak. Di Kampung 1001 menampung anak-anak yang sebagian besar pemulung dan anak PSK.
Didit menjelaskan, Sanggar Alang-Alang merupakan komunitas belajar anak-anak negeri. Ia lebih suka menyebut mereka anak-anak negeri daripada anak-anak jalanan (anjal) karena anjal berkonotasi negatif seperti buruk, bodoh, jorok dan kumuh.

Didit ingin mengubah pandangan ini. Untuk itu, ia mendidik anak-anak asuhnya dengan memberikan pelajaran etika, estetika, norma dan agama agar mereka menjadi anak-anak yang baik, disiplin dan kelak mampu mandiri.

“Mereka adalah anak-anak negeri seperti anak-anak Indonesia lainnya. Mereka juga perlu mendapat perhatian yang layak. Jika mereka dibina dengan tepat, bisa menjadi anak yang berprestasi,” ujar pria lansia yang menggunakan tongkat ini.
Didit mengambil contoh Siti, salah satu anak Sanggar Alang-Alang, yang pernah menjadi juara Idol Cilik, ajang pencarian bakat yang diadakan sebuah stasiun televisi swasta.