Subhan Aksa; Tetap Di 5 Besar Rally Jerman

Subhan Aksa; Tetap Di 5 Besar Rally Jerman

Jakarta, Kabarindo- Kabar update dari Rally Jerman 2013.

Hingga Special Stage (SS) 11 pada Kejuaraan Dunia Reli (WRC) seri ADAC Rallye Deutchland, Sabtu (24/8), Subhan Aksa sukses mempertahankan posisi 5 Besar.  Masih tersisa lima SS di putaran ke-9 kejuaraan dunia reli mobil itu. Tiga pada Sabtu petang waktu Jerman atau malam WIB, dua sisanya berlangsung Minggu (25/8).

Sejauh ini pasangan Ubang/Nicola Arena (Italia) mengaku puas dengan hasil yang sementara ini dicapai. Padahal mereka relatif menggunakan pacuan baru kelas R5 kemudi kiri, yang bagi Ubang sebenarnya proses pembelajaran namun bisa sementara ini mencatatkan hasil 5 Besar World Rally Championship (WRC)2 .

“Semua berlangsung baik, kami fokus pada target memetik poin. Jadi, kami juga tak terlalu memaksa diri sekaligus menghindari berbagai risiko,” komentar Arena, navigator profesional yang sudah belasan tahun di kancah reli dunia.

Meski tahun lalu juga ikut berlomba di Jerman, Ubang mengaku sangat menikmati event musim ini. Ia banyak belajar dan memetik pengalaman lebih banyak di lintasan aspal yang memang ciri khas reli Jerman yang rutin menjadi kejuaraan FIA (Federasi Balap Mobil Internasional) sejak 2002 itu.

“Dibandingkan kontestan lain yang rata-rata profesional, saya bersyukur dengan hasil sejauh ini. Masih banyak yang harus saya pelajari untuk meningkatkan diri. Soal pengalaman dan jam terbang, saya pikir menjadi masalah utama ketertinggalan kita. Itu proses yang sedang berjalan,” ujar pereli Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) yang memang bercita-cita mengarungi karir relinya hingga level WRC (World Rally Championship), yang tinggal selangkah lagi karena kini sudah bergabung di kelas WRC2.

Bisa konsisten finish di urutan tengah sejak start hingga SS 11, menurut Ubang, tak lain karena strateginya yang lebih taktis dibandingkan tahun lalu. Pilihan ban lebih baik kali ini meski dalam sejumlah kondisi juga menjadi kendala. Termasuk kali ini saat memilih kompon keras, yang faktanya justru lebih cepat aus.

“Di dalam SS11 kami bahkan sempat salah arah dan sedikt membuang waktu. Ini memang konyol, tapi beginilah reli yang pengambilan keputusannya selalu dalam hitungan detik,” tambahnya.

Dari SS yang telah ditempuh, Ubang mengaku sangat terkesan dengan SS11 yang berlangsung di Arena Panzerplate, wilayah yang menjadi markas dan arena latihan pasukan infantri Jerman. Ada pemandangan di mana pereli bisa selintas melihat panzer-pazer Jerman yang sangar itu berlalu lalang, namun saat yang sama harus super ekstra hati-hati. Pasalnya, jalur reli terdiri dari campuran aspal, beton, dan batu bata.

“Licinnya minta ampun. Tingkat kesulitannya sangat tinggi meski tingkat bahayanya tak terlalu berisiko. Kami bolak-balik sliding di situ seperti lomba di arena drifting saja. Betul-betul menantang dan berkesan, apalagi di SS11 saat ban sudah aus.”

Meski tinggal 5 trayek SS yang ditempuh, Ubang tetap pada pakem lomba yang dilakoni sejak awal. Menyerang saat terancam oleh peserta di bawahnya dan lebih sabar serta hati-hati untuk mengamankan posisi.

“Jangankan 5 SS, dalam satu trayek di depan saja bisa banyak hal terjadi. Tak berarti kami harus melaju sedang-sedang saja, tapi saat ini hal yang paling penting adalah mempertahankan posisi poin sebagaimana harapan sejak awal.

Jika tak ada aral melintang, Insya Allah besok (Minggu 25/8) petang sudah tercatat  poin resmi dan perdana Indonesia di ajang WRC. Itu doa dan yang harus kami perjuangkan disini, padahal sudah kangen dan pengin pulang juga nih,” ujar Ubang yang sudah dua pekan di sana.