Subhan Aksa 5 Besar; Bawa Pulang 10 Poin

Subhan Aksa 5 Besar; Bawa Pulang 10 Poin

Jakarta, Kabarindo- Hari terakhir Rally Australia, Minggu (14/9) berlangsung seru dan dramatis.

Khususnya di kelas WRC2 yang melibatkan lima kandidat juara dunia 2014. Pereli Indonesia Subhan ‘Ubang’ Aksa (Bosowa Rally Team) pun melibatkan diri dalam rivalitas itu dengan tampil lebih agresif dari sebelumnya.

Dua insiden paling dramatis menimpa Yazeed Al-Rahji (Saudi Arabia) yang memimpin kelas WRC2 sejak sesi awal. Lajunya terhenti akibat kecelakaan, radiator dan bagian belakang mobil pun rusak parah.

“Saya lewat dan melihatnya di pinggir lintasan. Prihatin, tapi beginilah lomba,” komentar Nasser Al-Attiyah (Qatar) yang kemudian mengambil alih pimpinan lomba.

Insiden kedua terjadi di SS19. Ott Tanak (Estonia) yang ingin jaga peluang menjadi juara dunia 2014 tampil super agresif sejak sesi dimulai dari SS15. Ia tampil tercepat di SS15 sampai 18. Tapi, 5 km setelah start SS19, pacuannya menghantam bongkahan batu. Terbalik dan berguling-guling. Reli terpaksa dihentikan sementara untuk mengirim tim medis mengeluarkan Tanak dari dalam mobilnya.

Tragedi Tanak tentu menguntungkan Al-Attiyah dan tiga kontestan juara dunia 2014 lainnya seperti Lorenzo Bertelli (Italia), Yuriy Protasov (Ukraina) dan Jari Ketomaa (Finlandia).

Ubang pun ikut diuntungkan. Tapi, lepas dari insiden itu, ia dan navigator Nicola Arena (Italia) menampilkan performa terbaik pada hari terakhir. Ubang tampil lebih agresif dengan motivasi menguji dan mengasah skill-nya di dalam kokpit. Hasilnya, tiga kali ia finish 5 Besar, pada SS17, 18, dn 20. Pada SS17 dan 18, ia bahkan kalahkan Al-Attiyah yang merupakan mantan pembalap pabrikan WRC sekaligus pereli Asia paling prestisius saat ini.

“Kita memang sengaja geber mobil untuk coba bersaing di kelompok atas. Secara umum lintasannya oke, tak terlalu besar risikonya, pacenote yang jadi panduan pun sangat bagus. Alhamdulillah bisa pulang dengan poin yang lebih besar dari sebelumnya,” ucap Ubang.

Ia mengaku sama sekali tak terpengaruh oleh dahsyatnya persaingan pereli WRC2. Ia ingin fokus pada diri dan mobilnya sendiri untuk menikmati perlombaan. Sekaligus kesempatan meningkatkan diri dan coba lebih memadukan driving style-nya dengan karakter mobil RRC (Regional Rally Car) besutannya. Terutama dengan sistem kemudi kiri dan girboks yang berbeda dari yang biasa ia pakai di kompetisi domestik.

“Perkembangan Ubang memang meningkat dibandingkan Rally Portugal beberapa bulan silam. Lebih matang dan skill mengemudinya berkembang. Ia hanya perlu lebih banyak lagi berada di dalam kokpit mobil dan berkompetisi,” komentar Nicola, navigator professional yang sudah menjalankan profesinya sejak 1980-an.

Juara WRC2 akhirnya jatuh pada Al-Attiyah yang sukses mengamankan posisi overall sampai SS terakhir.  Peringkat 2 sampai 4 dihuni Ketomaa, Protasov, dan Bertelli. Komposisi hasil di seri ke-10 dari 13 kalender FIA 2014 World Championship (WRC) ini membuat rivalitas kejuaraan dunia WRC2 tambah sengit di tiga seri terakhir. Al-Attiyah kini mengoleksi poin 86 dan naik ke peringkat tiga dari urutan enam sebelumnya. Posisi teratas masih milik Bertelli (93) dan Ketomaa (90). Sedangkan Protasov di urutan 4 (80), sementara Tanak tetap dengan poin 78, tapi peringkatnya turun dari runner up ke posisi lima.

Dengan hasil 5 Besar WRC2 dan 16 Besar overall dari 79 starter, Ubang berhasil melampiakan kegagalan musim lalu di Rally Australia yang harus berhenti di hari pertama. Kini ia mengoleksi 12 poin dari dua penampilan musim ini. Dua poin awal dipetik pada Rally Portugal. Sebagai perbandingan, tahun lalu ia meraih 13 poin dari 6 penampilan di WRC2. Dari tiga seri tersisa tahun ini, rencananya pasangan Ubang – Nicola akan terjun di Wales Rally Great Britain (13-16 November).


Bravo  buat Ubang!