Standard Chartered Indonesia; Sambut World Sight Day 2013

Standard Chartered Indonesia; Sambut World Sight Day 2013

Surabaya, Kabarindo– Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Dunia, Standard Chartered bersama dengan Helen Keller International dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta para mitra kerja dalam bidang kesehatan mata mengadakan kegiatan akbar berupa kampanye kesehatan mata kepada publik.

Beberapa rangkaian kegiatan yang diadakan pada hari ini berupa pemeriksaan kesehatan mata anak paediatric ophthalmology, pembagian kacamata kepada pelajar, sosialisasi kelainan mata, layanan konsultasi gratis, stand yang menawarkan reparasi kacamata gratis, sampai dengan pameran foto. Semua rangkaian kegiatan ini diadakan di Puskesmas Waru Sidoarjo, Jawa-Timur.  Program ini adalah bagian dari inisiatif Seeing is Believing (SiB), sebuah komitmen Standard Chartered Bank untuk meningkatkan kesehatan mata dan pencegahan kebutaan yang dapat dihindari di masyarakat.

Program Seeing is Believing in dijalankan di Jawa Timur sejak Desember 2010 hingga November 2013. Program ini berupa layanan kesehatan mata anak yang komprehensif, antara lain melalui Program REPO (Refractive Error and Pediatric Ophthalmology Program). Program ini menitikberatkan pada sekolah, masyarakat dan klinik.

CEO Standard Chartered Bank di Indonesia, Tom Aaker, mengatakan: ”SiB merupakan inisiatif global yang dilakukan oleh Standard Chartered Bank untuk memerangi kebutaan yang dapat dihindari. Program ini pertama kali dimulai pada tahun 2003 oleh para karyawan kami. Di Jawa Timur, dana yang dialokasikan adalah sebesar USD 1 juta. Semua ini merupakan dukungan terhadap kegiatan terkait isu kesehatan mata di masyarakat. Termasuk deteksi dini gangguan penglihatan pada anak di masyarakat dan sekolah, pembagian kacamata kepada para pelajar dan guru dari kalangan kurang mampu, serta penyediaan layanan pemeriksaan mata khusus anak. Ini merupakan inisiatif penggalangan dana yang melibatkan karyawan dan masyarakat.”

“Kondisi kebutaan atau hilangnya penglihatan total merupakan masalah sosial yang tidak mungkin ditangani sendiri. Masalah ini harus diantisipasi secara terpadu oleh semua unsur masyarakat. Termasuk dari kalangan bisnis seperti Standard Chartered Bank. Secara global, kami menargetkan penggalangan dana sebesar USD 100 juta sampai dengan tahun 2020 untuk membantu isu kesehatan mata di seluruh dunia” ujar Tom menambahkan.

Sementara itu, Widya Prasetyanti – Operation Manager – Eye Health Program Helen Keller International Indonesia, mengatakan: mata mempunyai peran terbesar dalam perolehan informasi manusia; 83 % informasi manusia diserap oleh mata. Kebutaan pada anak mempunyai rentang waktu yang lebih panjang karena mereka harus mengalami sepanjang hidupnya, ini akan menghambat perkembangan diri dan social mereka.  Deteksi gangguan penglihatan pada anak harus dilakukan sedini mungkin, bersama dengan kegiatan pemeriksaan dasar yang lain. Model yang dikembangkan di Jawa Timur ini berupaya membangun sinergi layanan kesehatan mata anak di tingkat primer, sekunder dan tertier.

Pada kesempatan yang sama, Senior Regional Head Standard Chartered Bank untuk Indonesia Timur, Dewi Yoewono, mengatakan: “Standard Chartered dengan 85.000 karyawan di seluruh dunia merupakan pendorong utama bagi program Seeing is Believing. Banyak karyawan yang menggunakan jatah cuti mereka sebagai relawan untuk berpartisipasi didalam program ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan mata bagi masyarakat setempat sekaligus memperkuat komitmen brand promise ‘Here for good’.”

Kegiatan yang diadakan hari ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ikut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa, dr. Harsono, SiB IAPB Programme Manager dari London - Sally Crook dan SiB Programme Manager Group Sustainability Standard Chartered Bank London - Stefan Chojnicki, termasuk juga beberapa karyawan dari Standard Chartered Bank yang bekerja sebagai relawan dalam pembagian kacamata.