Stand Up For Pink; Ajak Perempuan Waspadai Kanker Payudara

Stand Up For Pink; Ajak Perempuan Waspadai Kanker Payudara

Surabaya, Kabarindo- Kanker payudara menjadi momok bagi perempuan karena merupakan pembunuh nomor satu di dunia.

Sayangnya masih banyak perempuan yang masih awam tentang penyakit ganas ini dan belum sepenuhnya menyadari pentingnya melakukan deteksi dini. Padahal semakin dini kanker payudara diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh.

Untuk itu, Miracle Aesthetic Clinic mengadakan penyuluhan deteksi dini kanker payudara pada Rabu (1/10/2014) sebagai salah satu kegiatan dalam kampanye peduli kanker payudara “Stand Up for Pink” selama Oktober dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month).

Selama bulan ini, rekan-rekan Miracle juga akan membagikan pembatas buku (bookmark) kepada kastomer yang berisi cara singkat dan mudah melakukan pemeriksaan dini SADARI yang bisa dilakukan sendiri untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara dan pencegahan keterlambatan penanganan kasus ini.

Dr. Lanny Juniarti, Presiden Direktur Miracle Aesthetic Clinic Group, mengatakan kegiatan tersebut didasari oleh fakta bahwa angka kejadian kanker payudara meningkat setiap tahun. Yang memprihatinkan,70% penderita datang berobat dalam kondisi stadium III-IV, padahal seharusnya bisa dicegah lebih awal.

Di negara maju, angka kematian akibat kanker payudara telah menurun 40% karena diketahui lebih dini, sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Di negara maju, program deteksi dini telah menjadi suatu keharusan.

“Jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, harapan sembuh akan semakin besar sehingga perempuan tidak perlu kehilangan payudara,” ujar dr.Lanny.

Penyuluhan tersebut menghadirkan narasumber dr. Dwirani Rosmala Pratiwi, SpB. dari RS Onkologi Surabaya, dan Maylania, breast cancer survivor dari Reach to Recovery Surabaya (RRS).

Dr. Dwirani yang akrab dipanggil dr. Wiwien membekali informasi cara mengenali tanda-tanda kanker payudara dan cara memeriksanya secara dini. Ia menjelaskan tentang anatomi payudara, cara memeriksa payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan oleh dokter serta USG / Mammografi bagi wanita usia 40 tahun ke atas.

“Dengan penyuluhan ini, kami mengharapkan para peserta akan mulai mengambil langkah deteksi dini yang paling mudah, yaitu teknik SADARI. Dengan deteksi dini, peluang penderita untuk sembuh bisa mencapai 98%,“ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Maylania yang berhasil sembuh dari kanker payudara, membagikan pengalaman semasa berjuang melawan penyakitnya kepada para peserta sebagai motivasi. Ibu dua putri ini syok ketika didiagnosa menderita kanker payudara stadium IIB beberapa tahun lalu. May lalu menjalani pengangkatan sebagian payudaranya dan kemoterapi berulang kali. Kepalanya sempat gundul, namun kini rambutnya lebat kembali. Berkat dukungan kuat keluarga, ia mampu melewati semua cobaan ini. Hingga kini ia rutin melakukan mammografi tiap tahun.

“Dukungan keluarga sangat dibutuhkan penderita kanker, termasuk kanker payudara. Ini akan menambah kekuatan penderita untuk berjuang agar sembuh. Saya bersyukur ini saya dapatkan dari keluarga besar saya,” ujarnya.