Sorowako Run; Pagi Ini Berlari

Sorowako Run; Pagi Ini Berlari

Sorowako, Kabarindo- Ribuan peserta siap bersaing menjadi yang terbaik pada ajang lomba marathon bertajuk "Sorowako Run" di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 22 Agustus 2015.

"Seribuan peserta dari berbagai daerah dan negara akan tampil pada ajang Sorowako Run 2015. Jumlah peserta yang banyak ini tentu akan membuat persaingan lebih ketat," kata panitia Sorowako Run Ismail di Sorowako, Jumat.

Ia menjelaskan, untuk lomba Sorowako Run 2015 akan dilepas secara resmi Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma pada pukul 07.00 Wita.

"Kami juga sengaja mengambil jalur dekat Danau Matano untul menyajikan pemandangan menarik bagi peserta," jelasnya.

Kejuaraan yang lahir sejak 1980 dan sebelumnya bernama Soroathon itu akan mempertandingkan sejumlah kategori yakni 5K (terbuka/tertutup), 10K terbuka/tertutup) dan lari jarak 21K.

Untuk Kategori 5K dan 10K Open dibatasi untuk pelari dari Indonesia saja. Sedangkan kategori tertutup 10K dan 5K diperuntukkan bagi warga di wilayah Luwu Raya yang mencakup Kabupaten Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kota Palopo, plus Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,"katanya.

Sementara untuk kategori 21K diperuntukkan bagi pelari dari semua negara termasuk atlet profesional maupun pelari rekreasional. Sorowako Run berawal pada 1980 dengan nama Soroathon.

Lomba lari tersebut digagas oleh masyarakat Sorowako dan didukung penuh oleh PT Vale Indonesia Tbk (dahulu PT Inco) dan Pemerintah Daerah Luwu Timur (dahulu masih Kabupaten Luwu).Kegiatan ini berlangsung rutin setiap tahun selama lebih dari 20 tahun.

Saat itu penyelenggaraan Soroathon selalu dikaitkan dengan HUT Republik Indonesia dan mempertandingkan satu kategori lomba saja, yakni jarak 17,845 meter.

Menurut dia, meski kejuaraan ini telah berganti nama tapi semangat yang melatari Soroathon tetap berlanjut pada penyelenggaraan Sorowako Run seperti semangat kolektif dan gotong royong di antara berbagai elemen masyarakat.

Selain juga termasuk komunitas-komunitas hobi, perusahaan, dan pemerintah daerah, dalam upaya mengembalikan gelaran olahraga ini menjadi salah satu ikon Sorowako dan Luwu Timur seperti dilansir dari laman antaranews.