Sokola Rimba; Sejuta Cinta Butet Untuk Indonesia

Sokola Rimba; Sejuta Cinta Butet Untuk Indonesia

Epicentrum XXI, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Tak terasa Butet Manurung sudah 14 tahun bersama Anak Suku Dalam dari hutan Bukit Duabelas, Jambi Sumatera Selatan.

Film ini berdasar pada literasi Butet Manurung yang sudah memasuki usia 1 dekade lebih setelah bekerja di LSM Wanaraya di Bangko Jambi. Anda akan dekat dan mengenal dari dekat dari Negkabau, Beindah dan Bungo sebagai anak Rimba yang langsung berperan sebagai dirinya sendiri.

Dari preskon yang berlangsung beberapa menit yang lalu setelah presscreening bersama dengan Miles, Riri Riza, Prisia Nasution, Febby dari Danone dan anak-anak Rimba dari Rombong Belaman Badai Makekal Hulu.

Riri Riza mengaku mengawali proses saat saya memilih dari sketsa yang saya akan buat dari buku yang ditulis oleh Butet jadi sudah tergambar tuntutan akting dari para pemain.

"Mereka semua rata-rata punya kekuatan spontanitas dengan insting yang bagus untuk berakting dalam tiap adegan sehingga saya memanfaatkan itu semua untuk menghasilkan gambar yang baik karena akting itu adalah naluri dengan fokus sehingga terlihat Bungo dan Beindah sangat natural. Mereka semua itu adalah murid-murid dari Butet. Saya senang akan hasilnya karena setelah syuting hampir sebulan mereka dapat menikmati dengan tawa berderai. Ada hal yang menarik dari cara mengajar Butet dimana menggunakan sistem MLM dimana yang bisa membaca atau berhitung harus mengajarkan kepada yang lain dan mencari anggota lainnya dan dari mereka akan terpecah sehingga terus meluas," papar Riri penerima Piala Dewantara AFI 2013 beberapa waktu lalu.

Riri lanjut jelaskan bahwa ia akui proses respect dari para anak-anak rimba sehingga sebagai sosok panutan. "Indonesia ini masih sangat kompleks dengan sistem pendidikan yang harus berbeda satu tempat dengan situasi lainnya sehingga semua orang harus tahu bahwa ada model yang menarik untuk dicontoh dari Butet," jelasnya lanjut.

Sementara itu Butet mengaku senang dan khawatir saat awal Miles dan Riri yang ia kagumi mau membuat film tentang Sokola Rimba. "Saya suka melihat kinerja Riri yang serius dan dicatat oleh Riri sehingga mereka mengerti dan berpihak akan perjuangan anak-anak Rimba. Hasilnya setelah saya tonton suka dan senang sekali. Saya butuh waktu 5 jam dari Bangko memasuki kawasan hutan Bukit Duabelas," papar perempuan alumnus Unpad dari fakultas Antropologi yang mengaku sudah ada 700 murid yang sudah mampu baca dan berhitung dan bisa jadi lebih dengan pendekatan lebih privat dan tidak melulu konsep kelas saja yang Sokolanya didanai oleh 80% dari orang Indonesia.

Ikut dijelaskan oleh Febby mewakili Aqua Danone bahwa Film ini menceritakan tentang pentingnya pendidikan, kepedulian serta sesuai dengan value dari Danone Aqua sehingga berharap seluruh anak dan keluarga Indonesia dapat menyaksikan film inspiratif ini.

Terakhir Prisia Nasution yang mencengangkan redaksi atas penguasan bahasa orang Rimba serta gestur seorang perempuan yang berhasil bersosialisasi kepada orang-orang Rimba, Butet Manurung. "Kesulitan yang paling berat adalah proses untuk menerima diriku saat mengawali semuanya dengan bermain dan bercanda dengan Beinda, Bungo dan Negkabau dan saya berharap orang luar dan kita semua bisa memahami bahwa manusia itu semua sama tentang orang-orang rimba," jelas Prisia yang beruntung di-direct pasca Ifa Isfansyah dan pertama kali dengan Riri Riza.


21 November Siap Sambangi Bioskop Kesayangan Anda........................!