Smartfren 4G LTE Advanced; Layani 85 Kota

Smartfren 4G LTE Advanced; Layani 85 Kota

Surabaya, Kabarindo- Hingga akhir 2015, layanan Smartfren 4G LTE sudah dapat dinikmati di 85 kota di seluruh Indonesia.
 
Teknologi 4G LTE yang digunakan Smartfren menggabungkan teknologi FDD (frequency Division Duplex) yang berjalan di frekuensi 850 MHz dan teknologi TDD (Time Division Duplex) di frekuensi 2300 MHz. Hal ini memberikan keunggulan layanan 4G LTE. Teknologi FDD memberikan jangkauan 4G LTE menjadi lebih luas, sementara TDD menghasilkan kapasitas download/akses internet menjadi sangat cepat.
 
Pada November 2015, Smartfren melakukan uji coba dan implementasi 2 Carrier Aggregation (CA) di band TDD 2300 Mhz yang menghasilkan kecepatan unduh internet yang tinggi dan sudah bisa dinikmati oleh semua pelanggan. Teknologi ini memungkinkan sebuah perangkat melakukan koneksi menggunakan dua kanal (carrier) sekaligus ke satu BTS atau lebih dalam satu cakupan frekuensi (FDD atau TDD).
 
“Pengaplikasian CA akan maksimal jika menggunakan smartphone atau perangkat yang mumpuni. Hanya perangkat yang memiliki spesifikasi tertentu yang bisa menikmati internet kecepatan tinggi yang dihasilkan Carrier Aggregation. Perangkat tersebut minimal harus memiliki spesifikasi 4G LTE Cat.6 dan saat ini masih terbatas. Mudah-mudahan tahun ini perangkatnya semakin banyak,” ujar Munir, VP Special Project Network Smartfren, pada Jumat (29/1/2016).
 
Dalam pengembangan jaringan 4G LTE, Smartfren menggandeng ZTE dan Nokia sebagai infrastructure partner. Nokia menggarap pembangunan BTS 4G LTE di Indonesia bagian Barat yang meliputi Jabodetabek, Jawa Barat dan Sumatera. Sementara ZTE mengembangkan infrastruktur 4G Smartfren di wilayah Timur Indonesia meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.
 
Nokia telah menerapkan perangkat LTE Advanced Small Cell di Smartfren yang memiliki keunggulan antara lain fitur Evolved Node B (eNB) sebagai transceiver dan interface dengan perangkat pengguna, memiliki kapabilitas LTE Carrier Aggregation, Smart Wifi, Internal Antena, ukuran mini dan memiliki kemampuan macro offload serta dapat digunakan sebagai hotspot atau zone.
 
"Di Nokia kami berusaha untuk terus melakukan inovasi. Kami berkomitmen untuk membantu pelanggan memenuhi kebutuhan secara optimal pada kinerja jaringan dan akses. Kami senang mendukung Smartfren dalam memberikan cakupan dan layanan jaringan terbaik di kelasnya kepada pelanggan di Indonesia,” ujar Ripudaman Lamba, Head of Customer Team Smartfren di Nokia Indonesia.
 
"Setelah sukses dalam uji coba 2CA (2 Carrier Aggregation), ZTE mengaplikasikan teknologi ini pada infrastruktur jaringan Smartfren. Dengan memanfaatkan 2CA, Smartfren mampu meningkatkan pengalaman broadband para pelanggannya. Tidak hanya menghadirkan kecepatan yang tinggi, tapi juga pengalaman layanan yang beragam," ujar Arri Marsenaldi, Head of Solutions Department PT ZTE Indonesia.

Selain mengimplementasikan 2CA, ZTE juga menerapkan SON (Self-Organizing Network) pada jaringan Smartfren. SON adalah teknologi otomatis yang dirancang untuk membuat perencanaan, konfigurasi, manajemen, optimasi dan penanganan masalah jaringan akses mobile radio secara lebih mudah dan cepat. Dengan jaringan yang dapat mengawasi kinerjanya sendiri, masalah dapat segera diketahui dan diatasi secara otomatis, sehingga kenyamanan pelanggan dalam menikmati jaringan 4G tidak akan terganggu.