Sineas Kota Makassar Syahrir Aryad; Siap Rilis Film Baru SUMIATI

Sineas Kota Makassar Syahrir Aryad; Siap Rilis Film Baru SUMIATI

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Anda masih ingat film Bombe' yang sukses meraup animo penonton sampai 51 ribu penonton hanya di 4 layar Kota Makassar saja ?

Yah, itu karya fenomenal dari sineas muda bernama lengkap Syahrir Arsyad Dini atau kerap disapa Rere yang sudah kelar menyelesaikan film terbarunya berjudul SUMIATI, hantu legenda yang berdasarkan riset sudah ada sejak jaman pendudukan Belanda dan kembali menyeruak bikin heboh di era tahun 80-an di Kota Makassar, juga di Kalimantan, Papua dan daerah lainnya.

"Sebenarnya Dumba-Dumba sebagai sequel dari Bombe' sudah selesai tapi ada yang menarik dari karya saya terbaru dari riset wartawan Makassar, Sunarti Zain tentang setan Sumiati yang melegenda atau kerap saya sebut Urban Legend Horror, SUMIATI," jelas Rere kepada redaksi via whatsapp kemarin.

Lanjut ia jelaskan bahwa film ini melihat dari sisi perasaan si Sumiati yang lebih baik bunuh diri daripada membuat malu suaminya. Siri Na Pacce, mati menjadi terhormat daripada harus menanggung malu.

Film ini merangkum dari delapan kisah Sumiati yang berbeda ini diperankan oleh empat bintang lokal yakni Dinda Surbakti, Abdul Rodjak, Ade Arfianty dan jeyhan Kler. Meski bergenre horor, Rere optimis penonton akan terhanyut dengan air mata dengan akhir ceritanya.

Pasalnya, kasus Sumiati sekalipun berbeda-beda tempat tetapi kisahnya hampir mirip. Bahkan hampir diseluruh kota besar di Sulawesi dengan versi yang berbeda.

Film yang mengambil lokasi syuting di Gowa, Maros dan Makassar ini rencananya akan diputar di 40 layar lebar di Indonesia pada bulan November tahun ini.

"Sebenarnya saya dan produser meminta lebih dari 40 layar tapi kami tahu diri dan secara perlahan, slow but sure menjemput penonton yang lebih banyak. Semoga para Ekshibitor yang punya jaringan bioskop di Indonesia masih mau memberi kepercayaan atas karya-karya sineas lokal yang tentu saja tidak kalah dengan sineas ibukota sampai-sampai produser sekelas Shankers pun memuji karya saya ini, dia bilang Sumiati ini bikin dia merinding termasuk sutradara kondang Awi Suryadi," tulis Rere yang belajar bikin film otodidak dan mengaku mengerjakan CGI dari laptopnya sendiri.

Sementara itu ARKIPEL 2015 bekerjasama dengan Interseksi juga mempersembahkan World Premiere - Harimau Minahasa!

Film "HARIMAU MINAHASA" yang diputar sebagai bagian dari ARKIPEL – GRAND ILLUSION, 3rd Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival 2015 adalah karya sutradara film lokal Andang Kelana dan Syaiful Anwar.

Sineas lokal makin membanggakan dan tentu saja patut diapresiasi oleh pihak 21cineplex, cinemax dan cgv blitz agar bisa memberi ruang pada apresiasi di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan kota-kota di Kalimantan selain kota Makassar.

Rere berharap bisa menasional dengan karyanya Sumiati ini yang saat ini sedang mempersiapkan DCP dan menanti tanggal di bulan November dari pihak 21cineplex.


Bravo Rere...............!