Sido Muncul; Incar Dana Rp 990 M

Sido Muncul; Incar Dana Rp 990 M

Jakarta, Kabarindo- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember tahun ini. Produsen aneka jamu dan minuman herbal dengan produk unggulan Tolak Angin itu mengincar dana segar hingga Rp 990 miliar.

Sido Muncul juga sudah mengantongi ticker atau kode emiten SIDO. "Kodenya SIDO. Sido lah pokoknya, artinya jadi. Ini kita jadi go public dan semoga semua harapan kita sido," canda Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat saat public expose di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (18/11).

Irwan bercerita, belum lama ini dia mendapatkan informasi bahwa pasar saham sedang kurang bergairah belakangan ini. Namun pada saat itu tiba-tiba ibu kandungnya menelepon.

"Ibu saya telepon, tanya; kowe janji (apa) nggak IPO tahun ini? Saya jawab, iya mom. Saya tahu kondisi pasar sedang kurang bagus, tapi saya yakin dan berharap semua ini akan sesuai harapan," kata pria berpenampilan sederhana itu.

Lebih dari itu, Irwan optimistis kehadiran SIDO di lantai bursa akan membantu menggairahkan bursa saham dalam negeri dengan segala keunikan dan potensi bisnisnya. "Musim panas, orang kena masuk angin dan butuh Tolak Angin. Musim hujan apalagi, semakin butuh," katanya, lantas tersenyum seperti dilansir dari laman jpnn.

Berarti sempat ragu untuk melakukan IPO? "Bukan ragu. Tapi saya ini sebenarnya sudah hidup enak. Dari hidup enak sekarang disuruh-suruh jadi karyawan sama segini banyak orang (investor). Malam-malam mendadak disuruh rapat. Quality of life saya hilang ini. Tapi ya ini komitmen kita," ujarnya.

Michael Steven, Direktur Utama PT Kresna Sekuritas selaku penjamin emisi IPO tersebut mengatakan bahwa penawaran harga perdana saham mulai Rp 540-Rp 660 per saham. Jumlah saham baru yang dilepas ke publik sebesar 1,5 miliar lembar atau 10 persen dari modal. Dengan demikian, dana yang diincar perusahaan berbasis di Semarang, Jawa Tengah itu adalah di rentang Rp 810 miliar sampai Rp 990 miliar.

Periode book building mulai 18 November sampai 29 November 2013 dilanjutkan dengan penetapan harga pada 29 November 2013. Pernyataan efektif OJK diharapkan diperoleh perseroan pada 5 Desember 2013. Penawaran dilakukan pada 9 Desember sampai 12 Desember 2013, distribusi saham pada 17 Desember 2013, dan listing di BEI pada 18 Desember 2013.