Siantar Top; Siap Masuk Pasar Kopi

Siantar Top; Siap Masuk Pasar Kopi

Surabaya, Kabarindo- PT Siantar Top Tbk akhir tahun ini mulai mengoperasikan pabrik kopi bubuk baru.

Untuk investasi baru ini produsen makanan ringan menyiapkan anggaran Rp 300 miliar yang dialokasikan dari Capex 2014 sebesar Rp 500 miliar.

Direktur Siantar Top, Armin mengatakan, saat awal beroperasi pabrik yang berlokasi di satu kawasan pabriknya di Sidoarjo, Jawa Timur, ini memiliki kapasitas produksi 20.000 ton per tahun.

Kapasitas tersebut, kata dia, cukup untuk meramaikan pasar kopi di Indonesia, sekalipun ekspansi ini terbilang terlambat bila dibandingkan dengan pemain-pemain utama.

"Potensi pasar memberi keyakinan perseroan bahwa kami mampu bersaing," kata Armin usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Surabaya, Jumat (27/6).

Selain potensi besar, Amin juga menilai pasar kopi di Indonesia cukup unik karena dengan berbagai varian produk yang ada ternyata cukup laris-manis di pasar, seperti kopi bubuk hitam, kopi putih, kopi susu, dan lainnya sebagainya.

Kemasan yang ditawarkan produsen di pasar kopi juga beragam. Tetapi, dia menegaskan, tahap awal pihaknya akan lebih dulu fokus pada jenis ground coffee atau kopi bubuk orisinal jenis Robusta.

"Kedepan, apakah kita juga akan masuk ke jenis lain tentunya dengan melihat perkembangan pasar," tandasnya.

Dijelaskan, untuk merealisasikan ekspansi baru di bisnis kopi ini, perseroan telah menyiapkan dana investasi sebesar Rp 300 miliar.

Dana itu bersumber dari anggaran belanja modal (capital expenditure) perseroan tahun 2014 sebesar Rp 500 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk ekspansi di bisnis biskuit yang pasarnya juga lumayan bagus dengan menambah mesin baru untuk memproduksi biskuit.

Selama 2013 lalu, dari total penjualan penjualan yang dibukukan, penjualan biskuit menyumbang Rp 463 miliar, disusul produk crackers alias kerupuk sebesar Rp 509 miliar dan mie Rp 384 miliar seperti dilansir dari laman beritasatu.