Senam Tanggap; Bantu Balita Tumbuh Kembang Optimal

Senam Tanggap; Bantu Balita Tumbuh Kembang Optimal

Surabaya, Kabarindo- Senam tanggap dapat membantu balita memiliki tubuh yang fit, trampil dan fokus.

Hal ini dikemukakan psikolog dan pakar stimulasi anak Dra.Mayke S.Tedjasaputra, M.Si. di acara Gerakan Senam Tanggap! yang diadakan Nestle Dancow Batita di GOR KONI, Surabaya, pada Sabtu (21/11/2015). Surabaya merupakan kota ke-14 dari 17 kota tempat penyelenggaraan kegiatan ini.

“Gerakan dalam Senam Tanggap dibuat sederhana agar mudah diikuti oleh anak usia prasekolah dengan iringan lagu yang ceria serta berdurasi pendek agar mereka tak bosan. Anak yang dapat mengikuti gerakan-gerakan senam tersebut menunjukkan mereka adalah anak yang tanggap,” ujar Mayke.

Ia menekankan, usia balita merupakan masa yang amat penting bagi pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak. Karena itu harus distimulasi agar anak cepat tanggap. Salah satunya dengan senam tanggap yang dapat meningkatkan aspek motorik, kognisi dan psikososial.

“Senam tanggap mendorong koordinasi anggota tubuh dalam bergerak secara sinkron yaitu tangan, kaki, kepala, mata. Manfaatnya, tubuh jadi fit, trampil dan fokus,” ujar Mayke.

Trida Rachel Angelina, Brand Manager Nestle Dancow Batita, mengatakan rangkaian gerakan Senam Tanggap merupakan hasil pengembangan pihaknya bersama Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan, MS., dengan Mayke.

“Gerakan Senam Tanggap diharapkan dapat menjadi cara untuk menstimulasi otot motorik kasar si kecil dalam proses tumbuh kembang mereka sehingga menjadi anak yang tanggap, karena senam ini dapat membuat tubuh menjadi lentur dan melatih keterampilan motorik, koordinasi penglihatan serta mengasah kemampuan sosialisasi pada anak,” ujarnya.

Ali Khomsan mengatakan, senam tanggap merupakan aspek stimulasi yang melengkapi aspek nutrisi. Kedua aspek ini penting dalam mencapai tumbuh kembang anak yang optimal.

“Nutrisi seperti minyak ikan, zat besi dan zink dapat merangsang sikap tanggap anak untuk merespon lingkungan sekitar. Sementara nutrisi membantu dari dalam, stimulasi akan mendorong perkembangan kognitif dari luar,” papar Ali.

Kegiatan senam tanggap dimulai dengan pembekalan pengetahuan mengenai nutrisi dan stimulasi yang tepat kepada para guru di 765 PAUD di Indonesia melalui Kelas Guru PAUD Tanggap. Kerja sama dengan PAUD bertujuan membantu optimalisasi tumbuh kembang anak melalui nutrisi dan stimulasi yang tepat.

Para guru yang telah mengikuti kelas tersebut diharapkan dapat berbagi pengetahuan kepada para orang tua dan murid dengan cara melakukan senam setidaknya seminggu sekali di PAUD.

“Kami menyadari bahwa guru-guru PAUD merupakan garda terdepan dalam memberikan pengetahuan kepada para orang tua perihal tumbuh kembang anak. Karena itu, kami harap Gerakan Senam Tanggap! dapat membantu meningkatkan kesadaran orang tua akan manfaat nutrisi dan stimulasi dalam mewujudkan anak-anak Indonesia yang berkualitas,” ujar Trida.